Jelang Tahun Politik, Jokowi Minta TNI Jaga Kedamaian Bangsa: Padamkan Percikan Sekecil Apapun
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada TNI agar terus menjaga kedamaian bangsa Indoensia menjelang tahun politik 2024.
Penulis: Rifqah
Editor: Daryono

TRIBUNNEWS.COM - Dalam pidatonya di HUT ke-78 TNI, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada TNI agar terus menjaga kedamaian bangsa Indoensia menjelang tahun politik ini.
"Kita kini telah memasuki tahun politik. Saya minta tetap jaga betul kondisi damai, segera padamkan percikan sekecil apapun," kata Presiden Jokowi, dikutip dari YouTube Kompas TV, Kamis (5/10/2023).
Presiden meminta TNI memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa berbeda pilihan pada Pemilu akan selalu ada.
Sehingga menang atau kalah merupakan hal yang wajar.
"Berikan pemahaman kepada masyarakat bahwa beda pilihan itu wajar, menang dan kalah itu juga wajar," katanya.
Baca juga: Presiden Jokowi Pimpin Upacara HUT Ke-78 TNI di Monas
Oleh karena itu Presiden meminta agar TNI terus menjaga sinergitas dengan Polri dalam menjaga keamanan dan kedaulatan bangsa.
"Tetap jaga sinergitas dengan Polri dan tetap jaga netralitas TNI, tetap pelihara watak ksatria."
"Selalu jadikan sapta marga dan sumpah prajurit pegangan dalam bertindak," pungkas Presiden Jokowi.
Jokowi Senang Kepercayaan Masyarakat pada TNI Terus Terjaga

Masih dalam serangkaian isi pidato yang disampaikan, Presiden Jokowi juga mengaku senang dengan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap TNI.
Bahkan, hasil riset sejumlah lembaga survei selalu menempatkan TNI sebagai lembaga yang paling dipercaya masyarakat.
"Saya senang kepercayaan masyarakat terhadap TNI terus terjaga dan selalu menempati urutan teratas, berdasarkan hasil survei per September 2023, dengan angka kepercayaan 83 persen sampai 90 persen," kata Jokowi.
Agar kepecayaan masyarakat itu selalu terjaga, Presiden Jokowi mmenyebutkan, TNI harus mampu merumuskan langkah dan strategi konkret ke depan secara akurat.
Baca juga: Naik Tank Amfibi Marinir, Jokowi Periksa Pasukan Upacara Parade dan Defile HUT Ke-78 TNI di Monas
"Di tengah kondisi dunia yang berubah sangat cepat dan memanasnya geopolitik dunia," kata Jokowi.
Selain itu, dalam pidatonya juga menyampaikan mengenai alutsista yang memang sedang diperlukan sekarang ini.
Namun, kata Presiden Jokowi, Indonesia memiliki keterbatasan anggaran.
Maka dari itu, belanja alutsista harus dilakukan dengan bijak.
"Untuk urusan alutsista memang modernisasi alutsista sangat diperlukan, tapi keuangan negara, anggaran negara, APBN kita sangat terbatas, dan untuk kebutuhan kesejahteraan rakyat sangatlah besar," kata Jokowi.
"Belanja alutsista harus dilakukan bijak, baik caranya maupun peruntukannya," imbuhnya.
Presiden Jokowi mengatakan, belanja alutsista harus menjadi bagian penting dari pengembangan investasi industri pertahanan dalam negeri.
Sehingga, dalam belanja alutsista harus didorong juga adanya trasnfer teknologi, serta peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).
"Sehingga harus didorong transfer teknologi, harus didorong peningkatan SDM, dan harus diutakamakan produk dalam negeri
"Terkait dengan ini saya minta agar anggaran yang dimiliki karena sulit dalam mengumpulkannya, sulit dalam mendapatkannya, dan merupakan uang dari rakyat, sehingga sebisa mungkin harus dibelanjakan dan harus diputar kembali untuk rakyat," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Rifqah)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.