Momen Gibran Bersikap Santai Tanggapi Berbagai Isu: Dilaporkan ke KPK hingga Tuduhan Dinasti Politik
Dalam beberapa kesempatan, Gibran memilih tak banyak bicara dan terlihat santai menanggapi berbagai isu terkait dirinya.
Penulis: Pravitri Retno Widyastuti
Editor: Nanda Lusiana Saputri

TRIBUNNEWS.com - Sosok Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, selama ini dikenal sebagai pribadi yang santai dan tak suka nge-gas.
Bahkan, di kalangan warganet X (dulu Twitter), Gibran identik dengan imej suka melucu.
Ia tidak pernah marah atau menghina balik meski dirinya kerap menjadi bulan-bulanan akun buzzer di X.
Dalam beberapa kesempatan, sikap santai Gibran tersebut juga tampak saat menanggapi berbagai isu.
Termasuk soal dirinya yang baru-baru ini dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan kolusi dan nepotisme.
Baca juga: Dulu Megawati Mengalah pada Jokowi saat Pilpres 2014, Kini Kalem Hadapi Manuver Gibran
Juga, tudingan dinasti politik karena sang ayah, Joko Widodo (Jokowi), disebut memanfaatkan kekuasaannya demi Gibran bisa maju Pilpres 2024.
Diketahui, pada Senin (16/10/2023), MK memutuskan mengabulkan sebagian gugatan batas usia minimal capres-cawapres.
Gugatan yang dikabulkan tersebut adalah perkara nomor 90/PUU-XXI/2023 yang diajukan mahasiswa asal Solo, Jawa Tengah, Almas Tsaqibbiru.
Isinya adalah individu berusia di bawah 40 tahun diperbolehkan maju capres-cawapres, selama berpengalaman menjadi pejabat publik atau menduduki jabatan hasil pemilihan umum (pemilu).
Berikut ini Tribunnews.com rangkum beberapa momen santai Gibran dalam menanggapi berbagai isu:
Tak Masalah Dilaporkan ke KPK
Pada Senin (23/10/2023), Gibran dilaporkan ke KPK atas dugaan kolusi dan nepotisme oleh Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) dan Persatuan Advokat Nusantara (Perekat Nusantara).
Selain Gibran, TPDI dan Perekat Nusantara juga melaporkan Jokowi, Kaesang Pangarep, dan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman.
Sebagai informasi, Anwar Usman adalah paman Gibran yang menikah dengan adik Jokowi, Idayati.
Menanggapi laporan tersebut, Gibran hanya mempersilakan supaya KPK menindaklanjuti.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.