Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Monkeypox di Indonesia Sudah 14 Kasus, 12 di Antaranya Idap HIV

Untuk karakteristik kasus konfirmasi paling banyak berada di usia 25-19 tahun sebanyak 64 persen. Semua pasien laki-laki.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Monkeypox di Indonesia Sudah 14 Kasus, 12 di Antaranya Idap HIV
freepik
Monkeypox atau cacar monyet 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan umumkan penambahan kasus positif Monkeypox jadi 14 kasus di Indonesia. 

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Rein Rondonuwu pun sampaikan penyakit penyerta dari 14 pasien tersebut. 

Dari 14 pasien, 12 di antaranya terkena Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Selain itu ada lima orang yang juga alami penyakit sifilis.

Satu dari pasien positif Monkeypox juga mengalami hipertensi. 

"Saat ini kasus positif Monkeypox di Indonesia telah bertambah jadi 14 orang. Kondisi penyakit penyerta 12 HIV. Lalu ada sifilis dan ada juga satu orang dengan hipertensi," ungkapnya pada konferensi pers virtual, Kamis (26/10/2023). 

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih lanjut, saat ini ada 20 kasus probable. 

Kasus probable, yaitu orang yang diyakini sebagai suspek dan ada ejala atau kontak dari kasus yang telah dikonfirmasi. 

Namun 20 kasus ini tidak atau belum diambil sampel untuk melakukan pengecekan di laboratorium. 

Di sisi lain ada 9 orang yang jadi suspect. Suspect adalah pasien dengan pengawasan yang menunjukkan gejala. 

Baca juga: Kemenkes Umumkan Kasus Positif Monkeypox Bertambah Jadi 14 Orang 

"Kita sudah ambil sampel (9 suspect) tinggal menunggu hasil. Dari 9 ini kita lihat hasilnya nanti, sore atau malam," jelas Maxi. 

Untuk karakteristik kasus konfirmasi paling banyak berada di usia 25-19 tahun sebanyak 64 persen. 

Sisanya, pasien berusia 31-39 tahun. Semua pasien adalah laki-laki. 

Meski belum bisa dipastikan ,metode penularan kemungkinan besar karena kontak seksual. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas