Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Maruli Simanjuntak jadi KSAD, Siapa Pengisi Jabatan Pangkostrad? Ini Kata Pengamat

Dengan kata lain, kata dia, sosok yang mengisi jabatan Pangkostrad bisa bentuknya mutasi lateral (pati berpangkat letjen) atau promosi (pati

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Gita Irawan
zoom-in Maruli Simanjuntak jadi KSAD, Siapa Pengisi Jabatan Pangkostrad? Ini Kata Pengamat
Tribunnews.com/Taufik Ismail
Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Letnan Jenderal (Letjen) Maruli Simanjuntak sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Letnan Jenderal (Letjen) Maruli Simanjuntak resmi dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal Agus Subiyanto yang kini menjabat sebagai Panglima TNI.

Maruli dilantik di Istana Negara Jakarta oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (29/11/2023) hari ini.

Dengan dilantiknya Maruli sebagai KSAD, maka jabatan Maruli sebelumnya sebagai Panglima Komando Strategi TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) kosong.

Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) sekaligus pengamat militer Anton Aliabbas memandang mengingat jabatan Pangkostrad adalah strategis, kemungkinan Jokowi akan kembali memilih orang yang pernah bekerja dengannya untuk menduduki jabatan tersebut. 

Secara normatif, kata dia, jabatan tersebut dapat diisi oleh perwira tinggi (pati)TNI Angkatan Darat berpangkat mayjen atau letjen. 

Dengan kata lain, kata dia, sosok yang mengisi jabatan Pangkostrad bisa bentuknya mutasi lateral (pati berpangkat letjen) atau promosi (pati berpangkat mayjen). 

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, tidak ada pola khusus terkait hal ini, mutasi lateral misalnya dulu pernah dialami Gatot Nurmantyo dan Andika Perkasa. 

Sedangkan pola promosi pernah dirasakan misalnya oleh Dudung Abdurrahman, Ryamizard Ryacudu, dan Maruli Simanjuntak

Terkait promosi, kata dia, sosok pati berpangkat mayjen yang diajukan biasanya telah mengenyam minimal dua kali jabatan bintang dua (mutasi lateral). 

Meskipun, lanjut dia, pola ini tentu saja tidak baku mengingat Presiden Jokowi bisa saja menerabas pola ini. 

Baca juga: Cerita Letjen Maruli Simanjuntak Urus Akses Air Bersih untuk Warga hingga Dijuluki Jenderal Air

Jika berpegang pada pola 'telah/sedang menjalankan dua kali mutasi lateral pada pangkat mayjen', kata dia, maka setidaknya ada tiga orang yang pernah bertugas di lingkaran Jokowi yang berpeluang. 

"Mereka adalah Pangdam Jaya Mayjen M Hasan (mantan Dan Grup A Paspampres/Akmil 1993), Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Widi Prasetijono (mantan ajudan Presiden RI/Akmil 1993), Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo (mantan Komandan Paspampres/Akmil 1994)," kata Anton saat dihubungi Tribunnews.com pada Rabu (29/11/2023).

Dari nama ini, menurutnya hanya Hasan yang telah menjalankan tiga kali mutasi lateral di pangkat mayjen. 

Sebelum menjabat pos Pangdam Jaya, kata dia, Hasan pernah menjalankan tugas sebagai Pangdam I/Iskandar Muda dan Danjen Kopassus.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas