Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kunjungi Indonesia, Wapres Iran Coba Membatik Bersama Gunakan Canting

Membagikan cerita tentang perempuan di Iran, dia membeberkan bahwa 60 persen yang menamatkan sarjana adalah perempuan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kunjungi Indonesia, Wapres Iran Coba Membatik Bersama Gunakan Canting
Ist
Wakil Presiden Republik Islam Iran Dr. Ensieh Khazali. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam rangka kunjungan kerja bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Wakil Presiden Republik Islam Iran Dr. Ensieh Khazali berkesempatan ikut membatik dengan canting di Menara PNM.

Dalam kesempatan itu, Dr. Ensieh tampak duduk bersama Nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Seorang akademisi dan politisi hanya sedikit dari pesona seorang Wapres Iran. Dia juga menyuarakan tentang pemberdayaan dan kesejahteraan perempuan di Iran.

Bersama Menteri PPPA Bintang Puspayoga, giat ini bertujuan untuk mengeksplorasi gerakan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang merupakan program milik PNM yang memiliki fokus dalam memberikan pembiayaan dan pendampingan untuk perempuan prasejahtera di Indonesia.

“Kami sampaikan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya, ini adalah kehormatan bagi kami untuk menjadi salah satu agenda Kunjungan Wapres Republik Islam Iran ke Indonesia,” kata Direktur Utama PNM Arief Mulyadi yang turut menyambut sebagai tuan rumah, Minggu (24/12/2023).

Membina kurang lebih 15 juta nasabah aktif, Arief memaparkan tentang keunikan Mekaar yang membuktikan melalui formula group lending dengan target perempuan, menjadi sebuah keberhasilan yang dapat mendorong ekonomi kerakyatan terus tumbuh.

Rekomendasi Untuk Anda

“Di Iran juga yang perempuan yang menerima pinjaman kami akan jauh lebih baik dalam mengembalikan pinjaman yang kami berikan,” ucap Wapres Iran menanggapi pemaparan tersebut.

Menteri PPPA juga menyetujui fakta tersebut dan itulah alasan PNM Mekaar tetap tumbuh walaupun umurnya masih cukup belia.

Membagikan cerita tentang perempuan di Iran, dia membeberkan bahwa 60 persen yang menamatkan sarjana adalah perempuan.

Dia pun berharap ada kerjasama selanjutnya dari kunjungan ke PNM ini karena momentum kunjungan telah memberikan inspirasi pemberdayaan perempuan di Iran.

Arief juga menambahkan bahwa sama dengan pandangan Ensieh, PNM melihat adanya potensi yang sangat besar dalam peranan perempuan yang memiliki kapasitas usaha untuk memajukan bangsa.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas