Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ajukan Gugatan ke PTUN Jakarta, Anwar Usman Dinilai Berhak Membela Diri

Menurut Faris Jibril, perwakilan dari KaPK, Anwar Usman berhak membela diri melalui upaya menggugat Ketua Mahkamah Konstitusi (Ketua MK) Suhartoyo

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Glery Lazuardi
zoom-in Ajukan Gugatan ke PTUN Jakarta, Anwar Usman Dinilai Berhak Membela Diri
Tribunnews/JEPRIMA
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman memberikan keterangan pers di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2023). Anwar Usman angkat bicara usai dirinya diberhentikan secara tidak hormat dari Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) oleh Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK). Anwar merasa menjadi objek politisasi atas berbagai keputusan tersebut. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koalisi Aksi Pembela Keadilan (KaPK) meminta hakim yang menangani perkara gugatan Anwar Usman di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) menegakkan hukum secara adil.

Menurut Faris Jibril, perwakilan dari KaPK, Anwar Usman berhak membela diri melalui upaya menggugat Ketua Mahkamah Konstitusi (Ketua MK) Suhartoyo ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta dengan nomor perkara 604/G/2023/PTUN.JKT

Pernyataan itu disampaikan dalam aksi unjuk rasa di kantor PTUN Jakarta pada Rabu (21/2/2024).

"Anwar Usman berhak membela diri karena harkat dan martabatnya dilucuti MKMK (Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi) atas desakan opini yang dimainkan aktor politik," kata orator aksi Faris Jibril, kepada wartawan, di PTUN Jakarta.

Dia menilai gugatan itu merupakan hak Anwar yang merasa terzalimi atas putusan MKMK.

"Apa yang dilakukan Anwar Usman adalah hak yang dijamin konstitusi," kata Faris.

Sebagai informasi, perkara ini teregister di PTUN Jakarta dengan Nomor 604/G/2023/PTUN.JKT.

Rekomendasi Untuk Anda

Gugatan ini diajukan Anwar Usman yang keberatan atas terpilihnya Suhartoyo menjadi Ketua MK imbas putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK), yang mencopotnya dari kursi pimpinan MK.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas