Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pemerintah Didesak Minta Maaf dan Bertanggung Jawab, Imbas Diretasnya Pusat Data Nasional 

Pemerintah Indonesia diminta bertanggung jawab serta minta maaf imbas diretasnya Pusat Data Nasional (PDN) sejak Kamis, 20 Juni 2024.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pemerintah Didesak Minta Maaf dan Bertanggung Jawab, Imbas Diretasnya Pusat Data Nasional 
freepik
Ilustrasi hacker. Pemerintah Indonesia diminta bertanggung jawab serta minta maaf imbas diretasnya Pusat Data Nasional (PDN) sejak Kamis, 20 Juni 2024. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia diminta bertanggung jawab serta minta maaf imbas diretasnya Pusat Data Nasional (PDN).

Diketahui PDN yang dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengalami peretasan sejak Kamis, 20 Juni 2024.

"Sangat perlu (Minta maaf) diumumkan bahwa ada data publik berada di tangan yang tidak bertanggung jawab pada hari ini," kata Wakil Direktur Imparsial Ardi Manto Adiputra kepada Tribunnews.com di Jakarta, Minggu (30/6/2024) sore.

Tak hanya itu, Ardi juga menegaskan pemerintah harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

"Jadi bukan hanya minta maaf, mereka (Pemerintah) juga harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut," terangnya.

Sementara itu Anggota Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat, Ma'ruf Bajammal juga mendesak hal yang serupa.

Meminta pihak pemerintah minta maaf dan bertanggung jawab.

Rekomendasi Untuk Anda

"Intinya sudah menjadi kewajiban negara untuk melakukan perlindungan. Harusnya data itu dipandang sebagai suatu hal yang penting," kata Bajammal.

Baca juga: Wapres Maruf Amin Sebut PDN Harus Segera Dipulihkan Total dan Cari Penyebabnya

Menurutnya data itu sama dengan nyawa. Kalau datanya hilang, nyawa juga hilang. 

"Pemerintah tidak boleh sewenang-wenang atau sembarangan memperlakukan data masyarakat. Karena yang akan dirugikan pemerintah itu sendiri dan masyarakat serta kedaulatan negara. Perlu wajib itu (Minta maaf)," tegasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas