Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

BMKG Ungkap Penyebab Hujan di Musim Kemarau

Kini, Indonesia telah memasuki musim kemarau. Meski demikian, sejumlah wilayah di Indonesia masih diguyur hujan. Simak penyebabnya.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in BMKG Ungkap Penyebab Hujan di Musim Kemarau
Freepik
Berikut adalah penjelasan BMKG tentang penyebab hujan di musim kemarau. 

TRIBUNNEWS.COM - Kini, Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Meski demikian, sejumlah wilayah di Indonesia masih diguyur hujan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menjelaskan peningkatan curah hujan beberapa hari terakhir di wilayah barat Indonesia dipengaruhi oleh aktifnya fenomena atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Equatorial.

"Sehingga berdasarkan analisis cuaca dan pengamatan perkembangan kondisi cuaca, sepekan ke depan masih terdapat potensi peningkatan curah hujan yang signifikan di wilayah Indonesia meskipun telah memasuki musim kemarau," ujar Dwikorita, Senin (8/7/2024), dikutip dari laman BMKG.

Ia menambahkan, fenomena hujan di musim kemarau tidak lepas dari letak geografis wilayah Indonesia.

Di mana Indonesia berada di antara dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia-sekaligus pertemuan di antara dua Samudra besar yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

"Fenomena iklim dan cuaca di Indonesia sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor dinamika cuaca yang beragam."

Rekomendasi Untuk Anda

"Selama musim kemarau, adanya potensi gangguan seperti MJO (Madden-Julian Oscillation) dan gelombang atmosfer lainnya tetap dapat menyebabkan pembentukan awan hujan," jelasnya.

Selain itu, suhu permukaan laut yang hangat di sekitar perairan Indonesia juga mempengaruhi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

Berdasarkan analisa tersebut, BMKG memprediksi akan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat petir dan angin kencang di sebagian wilayah Indonesia pada 8-14 Juli.

"Yaitu di sebagian besar wilayah Sumatra, sebagian Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua."

"Khusus untuk pulau Jawa akan mengalami penurunan potensi hujan mulai periode tanggal 11 Juli ", ujarnya.

Baca juga: Antisipasi Kekeringan Saat Kemarau BUMN Jasa Keuangan Ini Berikan Bantuan Sarana Air Bersih

Cara Jaga Kesehatan di Musim Pancaroba

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, berikut adalah sejumlah upaya untuk mencegah berbagai penyakit di musim pancaroba:

1. Menjaga kebersihan lingkungan

Kita harus mencegah agar tidak ada air yang menggenang untuk perkembang biakan nyamuk, jangan menggantung pakain dan membersihkan sampah sampah agar tidak menjadi tempat perkembang biakan nyamuk, tikus, dan kecoa

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas