Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Aktivis Ingatkan Tragedi HAM Masa Lalu Tak Boleh Terulang Lagi

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Salestinus menyoroti kondisi Indonesia saat ini yang mirip seperti tahun 1996-1998.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Erik S
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Aktivis Ingatkan Tragedi HAM Masa Lalu Tak Boleh Terulang Lagi
handout
Diskusi publik membahas Tragedi 27 Juli 1996 di kantor Front Penyelamat Reformasi Indonesia di kawasan Menteng, Jakarta, Minggu (28//2024). 

"Peristiwa itu juga sebagai tanda secara terbuka terjadi pembunuhan terhadap demokrasi dari elit penguasa saat itu,"

Peristiwa yang terjadi sebelum jatuhnya rezim orde baru itu adalah peristiwa kelam yang hingga kini belum mendapatkan keadilan.

Oleh karena itu, mereka mendesak jika para korban, aktivis, akademisi, kelompok civil society dan pro demokrasi menyampaikan petisi bahwa untuk menyelesaikan peristiwa kelam 28 tahun lalu itu dibutuhkan segera dibentuk pengadilan HAM Berat adhoc untuk mengadili aktor-aktor pelaku peristiwa 27 Juli 1996.

“Rezim Jokowi gagal menegakan keadilan dan gagal menjunjung tinggi demokrasi dan hak asasi manusia. Bahkan bermesraan dengan para aktor peristiwa 27 Juli 1996. Kami akan terus berjuang untuk menegakan keadilan dan kemanusiaan sampai kapanpun,”

Ditempat yang sama, Yadhi Basma, salah seorang aktivis 98 asal Sulteng menceritakan sedikit pengalamannya saat peristiwa 27 Juli silam.

“Tahun 96 dulu, saya dan teman-teman aktivis dari Palu masuk Jakarta naik kapal barang demi satu tujuan, solidaritas dan bangkitkan semangat perlawanan terhadap rezim Presiden Soeharto pada masa itu,” kata salah seorang yang ikut mendirikan Pena 98 bersama Adian Napitupulu ini.

Komen singkat Mustar Bona Ventura Ketua FPRI, Peristiwa Kekerasan, tragedi kelam masa lalu kudatuli demi alasan apapun tidak boleh terulang di masa depan

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas