Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kronologi Penangkapan Terduga Teroris di Batu, Polisi Ungkap Ada Rencana Bom Bunuh Diri

Densus 88 Antiteror Polri melakukan penggeledahan rumah terduga teroris di Kota Batu Jatim. Polisi gagalkan rencana bom bunuh diri.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kronologi Penangkapan Terduga Teroris di Batu, Polisi Ungkap Ada Rencana Bom Bunuh Diri
SURYA/PURWANTO
Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri melakukan penggeledahan rumah seorang terduga teroris di Perumahan Bunga Tanjung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (1/8/2024). 

TRIBUNNEWS.COM - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan penggeledahan rumah terduga teroris di Perumahan Villa Syariah Bunga Tanjung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (1/8/2024).

Adapun penangkapan terduga teroris dilakukan pada Rabu malam.

TribunBatu.com melaporkan rumah terduga teroris mulai digeledah pada Kamis pagi.

Garis polisi terpasang di area masuk lokasi dengan jarak sekira 20-25 meter.

Lokasi juga disterilkan selama penggeledahan berlangsung.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto mengatakan penyelidikan dugaan tindak terorisme sudah dilakukan Densus 88 di wilayah Batu dalam beberapa hari.

"Ini masih dalam rangkaian penyelidikan dugaan kasus teroris."

Rekomendasi Untuk Anda

"Kemudian Polda Jatim membantu mengamankan proses penyelidikan yang dilakukan Densus 88,” ungkap Dirmanto, Kamis (1/8/2024).

Dari hasil penangkapan yang dilakukan pihak kepolisian, tiga orang terduga teroris diamankan.

“Sementara ini ada tiga orang yang diamankan, masih statusnya diamankan."

"Untuk proses selanjutnya nanti tolong ditunggu karena masih berproses. Jadi kontruksi peristiwanya dan kontruksi hukumnya masih harus ditunggu,” ujarnya.

Baca juga: Sosok Satu Keluarga Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Batu, Dikenal Tertutup

Satu Keluarga

Dilansir TribunJatim.com, tiga orang yang diamankan merupakan satu keluarga.

Mereka terdiri dari suami, istri dan anak berjenis kelamin laki-laki berusia sekitar 18-19 tahun.

Hal itu diungkapkan Ketua RT setempat, Yulianto.

“Iya yang ngontrak itu 3 orang, satu keluarga. Kalau di KK itu asalnya dari Jakarta terdiri dari bapak ibuk anak,” katanya, Kamis.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas