Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Terduga Teroris yang Bakal Teror Tempat Ibadah Belajar Buat Bom selama 6 Bulan dari Grup Medsos ISIS

Densus 88 Antiteror menyebut pelajar yang menjadi teroris di Batu belajar membuat bom hanya dalam waktu enam bulan dari grup medsos ISIS.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Terduga Teroris yang Bakal Teror Tempat Ibadah Belajar Buat Bom selama 6 Bulan dari Grup Medsos ISIS
SURYA/PURWANTO
Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri melakukan penggeledahan rumah seorang terduga teroris di Perumahan Bunga Tanjung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (1/8/2024). Petugas masih melakukan penggeledahan dan membawa sejumlah barang bukti. Densus 88 Antiteror menyebut pelajar yang menjadi teroris di Batu belajar membuat bom hanya dalam waktu enam bulan dari grup medsos ISIS. SURYA/PURWANTO 

Setelah bergabung di grup tersebut, Azwin menuturkan HOK mulai membuat bom sendiri pada Mei 2024 dengan diawali membeli bahan-bahan peledak terlebih dahulu.

Adapun niat HOK membuat bom setelah terpapar konten propaganda ISIS, termasuk video terkait cara pembuatan bom tersebut.

"Dalam kurun waktu tersebut, pada bulan Mei, tersangka mulai membuat pembelian bahan-bahan untuk menyiapkan pembuatan bahan peledak sesuai dengan tutorial yang dirinya lakukan," kata Azwin.

Setelah itu, HOK ternyata juga pernah meledakan bom yang dibuatnya di dalam rumahnya hingga diketahui oleh orang tua tersangka.

Baca juga: Terduga Teroris di Batu Beli Bahan Peledak Pakai Uang Tabungan, Bom Dibuat di Rumah

Ketika ditanya orang tuanya, HOK mengaku ledakan tersebut berasal dari petasan.

"Bahkan yang bersangkutan pernah mencoba (meledakan bom buatannya) di dalam rumahnya sehingga memicu pembakaran dan ledakan."

"Ini ditanya oleh keluarganya 'Apa itu?'. Dia bilang bahwa dia sedang bermain petasan di dalam kamar," jelas Azwin.

Rekomendasi Untuk Anda

Azwin juga menuturkan, setelah ahli dalam membuat bom, HOK turut mencoba membuat beberapa varian bom seperti bom rompi, bom ikat pinggang, bom ransel, bom panci.

Namun, sambungnya, HOK masih belum berhasil untuk membuatnya.

Lebih lanjut, Azwin mengungkapkan pihaknya masih mendalami terkait cara perekrutan untuk masuk dalam jaringan ISIS lewat grup medsos tersebut hingga alasan HOK ingin meneror tempat ibadah di Batu.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas