Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dewan Pakar Kritik Jadwal Munas Golkar Dipercepat, Duga Ada Intervensi Kekuasaan

Seharusnya Agus Gumiwang sebagai Plt Ketum bisa mengawal gelaran Munas Golkar sesuai aturan yakni pada Desember 2024.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Dewan Pakar Kritik Jadwal Munas Golkar Dipercepat, Duga Ada Intervensi Kekuasaan
Tribunnews/JEPRIMA
Plt Ketua Umum DPP Partai Golkar Agus Gumiwang didampingi jajaran elite partai memberikan pernyataan usai rapat pengurus pleno di DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Selasa (13/8/2024). Rapat pleno tersebut memutuskan Agus Gumiwang sebagai Plt Ketua Umum Partai Golkar sekaligus menentukan tanggal 20 Agustus akan dilaksanakan Rapimnas dan juga Munaslub. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Yasril Ananta Baharuddin, mengkritik jadwal Munas Golkar yang dipercepat menjadi 20 Agustus 2024.

Padahal sesuai AD/ART Munas Golkar digelar pada Desember 2024.

"Mengenai dimajukan Munas itu menimbulkan pertanyaannya sebenarnya ada apa? Seperti kata pak JK (Jusuf Kalla), ada kepentingan apa yang mendesak untuk dimajukan," kata Yasril saat berbincang dengan Tribunnews.com Kamis (15/8/2024).

Untuk diketahui, Munas Golkar yang akan didahului Rapimnas pada 20 Agustus 2024 mendatang, diputuskan dalam Rapat Pleno pada Selasa (13/8/2024) lalu.

Percepatan jadwal Munas lantaran Airlangga Hartarto mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum Partai Golkar, dan Agus Guwing Kartasasimita ditetapkan sebagai Plt Ketum.

Yasril menduga ada intervensi dari kekuasaan di balik dinamika internal Golkar saat ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebab, seharusnya Agus Gumiwang sebagai Plt Ketum bisa mengawal gelaran Munas Golkar sesuai aturan yakni pada Desember 2024.

"Biarkanlah Plt bekerja sampai Munas berikutnya sesuai AD/ART sampai Desember, nanti mau pilih nanti secara adil kita bisa pilih secara musyawarah mufakat atau secara demokratis calonnya," ucapnya.

Lebih lanjut, Yasril mengatakan partai berlambang beringin ini sudah biasa menghadapi dinamika internal seperti saat ini.

Namun dia berharap jangan ada intervensi baik langsung atau tidak langsung terhadap kedaulatan Partai Golkar.

"Apalagi dari orang-orang yang memiliki kepentingan politik, kekuasaan yang bersifat sementara yang hanya ingin menunggangi Partai Golkar untuk kepentingan tertentu," ujarnya.

"Jadi kader-kader yang senior, yang sudah lama berjuang di Golkar dari pusat sampai daerah saya kira itu bisa menyelesaikannya sendiri," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas