Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Densus 88 Amankan Terduga Pelaku Terorisme, Tergabung dalam Al Qaeda In the Arabian Peninsula

YLK sempat berencana melakukan aksi teror terhadap Bursa Efek Singapura pada tahun 2014 lalu namun berhasil digagalkan

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Densus 88 Amankan Terduga Pelaku Terorisme, Tergabung dalam Al Qaeda In the Arabian Peninsula
via TribunWiki
Ilustrasi teroris - Pria berinisial YLK alias IS alias AT alias MAL alias AH diamankan Densus 88 Antiteror Polri di Desa Mongoloto, Telaga, Gorontalo, Sulawesi, pada Rabu (21/8/2024). Ia menjadi terduga pelaku terorisme. 

Laporan Wartawan Wartakotalive Ramadhan L Q

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Pria berinisial YLK alias IS alias AT alias MAL alias AH diamankan Densus 88 Antiteror Polri di Desa Mongoloto, Telaga, Gorontalo, Sulawesi, pada Rabu (21/8/2024).

Ia menjadi terduga pelaku terorisme.

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar mengatakan, YLK merupakan WNI yang bergabung dengan kelompok teror Al Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP).

"Pada hari Rabu tanggal 21 Agustus 2024 pukul 15.29 WITA, dilaksanakan penegakan hukum terhadap YLK di Desa Mongolato, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo," kata Aswin kepada wartawan, Selasa (3/9/2024).

Kelompok teror Al Qaeda in the Arabian Peninsula merupakan pemberontak bagian jaringan Al Qaeda aktif di Yaman serta Arab Saudi.

Baca juga: Organisasi PBB Apresiasi BNPT dan LPSK karena Jaga dan Hormati Korban Terorisme

"YLK berencana melakukan aksi teror terhadap Bursa Efek Singapura pada tahun 2014," kata Aswin.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelum bergabung dengan AQAP, YLK pernah mengikuti pelatihan di Camp Hudaibiyah, Filipina pada 1998 hingga 2000.

Lalu pada tahun 2001, YLK pernah mengikuti Muqoyama Badar tahap 2 atau Pelatihan Para Militer di Jawa Timur yang merupakan program Jamaah Islamiyah (JI).

 "YLK pernah ditahan pada tahun 2003 terkait kepemilikan senjata api laras panjang  yang merupakan titipan dari UM, napiter kasus Bom Bali 1," ujar Aswin.

Pada 2012, YLK bergabung dengan kelompok Jamaah Anshor Tauhid (JAT) dan mengikuti program pengiriman personal ke Yaman.

Hal itu sebagai bagian dari jihad global.

Keberangkatan YLK difasilitasi oleh Abu, yang beberapa waktu lalu ditangkap oleh Densus 88 Antiteror Polri.

"Saat ditangkap, ABU menjabat sebagai Lajnah Roqobah (kaderisasi) kelompok Jamaah Ansharuh Syariah," ucap Aswin.

"Di Yaman, YLK mengaku mendapat perintah dari AM/AZ (Petinggi AQAP) untuk melakukan aksi teror di bursa efek Singapura," tuturnya.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas