Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Respons PKB dan Demokrat soal Isu Jatah Menteri Prabowo Subianto

Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid dan Ketua Umum Demokrat, AHY, berbicara mengenai jatah kursi menteri pemerintahan Prabowo Subianto.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Respons PKB dan Demokrat soal Isu Jatah Menteri Prabowo Subianto
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/9/2024). Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid dan Ketua Umum Demokrat, AHY, berbicara mengenai jatah kursi menteri pemerintahan Prabowo Subianto. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Pasalnya, dirinya juga belum tahu, kementerian mana saja yang akan diisi oleh kader Demokrat.

"Jadi, kami terus terang tidak atau belum tahu, paling tidak secara pasti."

"Kami juga tidak ingin berandai-andai atau mengira-ngira," sambungnya.

AHY lantas menekankan, Demokrat menunggu keputusan Prabowo untuk menyusun kabinet mendatang.

Ultimatum Prabowo

Terpisah, Prabowo Subianto mengultimatum seluruh partai politik (parpol) yang berada di koalisinya.

Ia meminta para pimpinan parpol tidak menugaskan kader untuk menjadi menteri demi mencari uang dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Ketua Umum Partai Gerindra ini mengaku sudah memanggil sejumlah ketua umum parpol untuk berbicara mengenai penunjukkan menteri.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat itu, dirinya secara terbuka memberikan peringatan keras kepada ketum parpol tersebut.

Hal ini disampaikan Prabowo saat memberikan pidato pembuka dalam acara forum sinergitas legislator PKB di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (10/10/2024).

"Saya terang-terangan, saya katakan semua ketum, semua perwakilan, saya katakan saudara-saudara jangan menugaskan menteri-menteri yang saudara tunjuk di pemerintah yang akan saya pimpin jangan saudara tugaskan untuk cari uang dari APBN dan APBD," ungkapnya.

Prabowo mengingatkan perkembangan teknologi sudah jauh berubah dibandingkan yang dahulu. 

Saat ini, semua sudah serba digital sehingga siapa pun bisa melihat jika ada penyelewengan.

"Zamannya sekarang susah, ini zaman digital, ini zaman tekno, ini zaman pengamatan sangat cepat, jangan coba-coba," tuturnya.

(Tribunnews.com/Deni/Rizki/Chaerul)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas