Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Peringatan Hari Museum Nasional 2024, Berikut Sosok Bapak Permuseuman Indonesia Moh. Amir Sutaarga

Peringati Hari Museum Nasional 2024, inilah sosok Moh. Amir Sutaarga yang dikenal sebagai Bapak Permuseuman Indonesia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Lanny Latifah
Editor: Febri Prasetyo
zoom-in Peringatan Hari Museum Nasional 2024, Berikut Sosok Bapak Permuseuman Indonesia Moh. Amir Sutaarga
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Jurnalis mengunjungi Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Jumat (11/10/2024). Indonesian Heritage Agency (IHA) mengumumkan bahwa Museum Nasional Indonesia setelah dilakukan revitalisasi pascakebakaran akan kembali dibuka untuk masyarakat pada 15 Oktober 2024 dengan menghadirkan rangkaian sejumlah program interaktif dan edukatif. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM - Hari Museum Nasional diperingati setiap tanggal 12 Oktober.

Tahun ini peringatan Hari Museum Nasional jatuh pada Sabtu (12/10/2024), hari ini.

Penetapan tanggal 12 Oktober sebagai Hari Museum Nasional didasarkan pada Musyawarah Museum Indonesia (MMI) yang diselenggarakan di Yogyakarta pada 12-14 Oktober 1962.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Drs. Moh. Amir Sutaarga yang dikenal sebagai Bapak Permuseuman Indonesia.

Moh. Amir Sutaarga sangat berjasa dalam memajukan permuseuman Indonesia.

Selengkapnya, inilah sosok Moh. Amir Sutaarga yang dikenal sebagai Bapak Permuseuman Indonesia.

Sosok Bapak Permuseuman Indonesia, Moh. Amir Sutaarga

Dikutip dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, Mohammad Amir Sutaarga lahir 5 Maret 1928 di Kuningan, Jawa Barat.

Rekomendasi Untuk Anda

Sejak kecil ia bercita-cita menjadi pelaut dan belajar perkapalan di Belanda.

Namun, setelah ia bertemu dengan seorang ilmuwan yang bekerja di BGKW yang bernama Van der Hoop, Moh. Amir jatuh cinta pada museum.

Pada usianya ke-22 tahun, setelah selesai mengikuti perang untuk mempertahankan kemerdekaan RI dari serangan Belanda, Amir (panggilannya pada masa itu) mulai berkerja di lembaga Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BGKW).

Baca juga: Sejarah Hari Museum Nasional Tanggal 12 Oktober, Didasarkan pada Musyawarah Museum Indonesia

Sejak saat itu seluruh hidupnya diabdikan untuk kemajuan permuseuman di Indonesia.

Berkat keuletannya, Amir dipercaya menjabat sebagai sekretaris BGKW.

Setelah Prof. Dr. Hoesein Djajadiningrat mengundurkan diri sebagai Kepala BGKW, Amir ditunjuk menjadi penggantinya.

Tugas berat yang dipikul oleh Amir adalah mempertahankan dan mengurus museum BGKW secara mandiri tanpa didukung dana dan didampingi ahli dari Belanda lagi.

Jurnalis mengunjungi Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Jumat (11/10/2024). Indonesian Heritage Agency (IHA) mengumumkan bahwa Museum Nasional Indonesia setelah dilakukan revitalisasi pascakebakaran akan kembali dibuka untuk masyarakat pada 15 Oktober 2024 dengan menghadirkan rangkaian sejumlah program interaktif dan edukatif. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Jurnalis mengunjungi Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Jumat (11/10/2024). Indonesian Heritage Agency (IHA) mengumumkan bahwa Museum Nasional Indonesia setelah dilakukan revitalisasi pascakebakaran akan kembali dibuka untuk masyarakat pada 15 Oktober 2024 dengan menghadirkan rangkaian sejumlah program interaktif dan edukatif. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Amir Sutaarga tidak hanya mengurus museum BGKW yang kemudian berubah menjadi Museum Pusat, tetapi juga merintis pengembangan museologi di Indonesia.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas