Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hari Kesehatan Nasional 2024: Sejarah, Tema, dan Logo Peringatan ke-60

Inilah sejarah, tema, dan logo Hari Kesehatan Nasional 2024, diperingati setiap tanggal 12 November bermula dari keberhasilan pembrantasan Malaria.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Hari Kesehatan Nasional 2024: Sejarah, Tema, dan Logo Peringatan ke-60
ayosehat.kemkes.go.id
Logo Hari Kesehatan Nasional 2024 - Inilah sejarah, tema, dan logo Hari Kesehatan Nasional 2024, diperingati setiap tanggal 12 November bermula dari keberhasilan pembrantasan Malaria. 

TRIBUNNEWS.COM - Inilah sejarah, tema, dan logo Hari Kesehatan Nasional 2024.

Hari Kesehatan Nasional (HKN) diperingati setiap tanggal 12 November, yang tahun ini jatuh pada hari Selasa (12/11/2024).

Peringatan Hari Kesehatan Nasional 2024 bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat Indonesia tentang pentingnya kesehatan.

Lantas, bagaimana awal mula adanya Hari Kesehatan Nasional 2024?

Simak sejarah Hari Kesehatan Nasional 2024 beserta tema dan logo peringatan tahun ini, sebagai berikut.

Sejarah Hari Kesehatan Nasional 2024

Dilansir Kemenkes, Hari Kesehatan Nasional bermula dari keberhasilan pemberantasan wabah malaria pada 12 November 1964. 

Saat itu, ratusan ribu jiwa terenggut nyawanya karena wabah malaria di Indonesia pada 1950-an.

Rekomendasi Untuk Anda

Pemerintah berusaha memberantas malaria (Malaria eradication) di seluruh wilayah Indonesia. 

Pada 1959, Dinas Pembasmian Malaria dibentuk untuk menjalankan program tersebut. 

Kemudian pada Januari 1963, berubah nama menjadi Komando Operasi Pemberantasan Malaria (KOPEM).

Upaya pembasmian malaria saat itu dilakukan dengan menggunakan insektisida dichloro diphenyl trichloroethane (DDT) yang disemprotkan secara massal di rumah-rumah warga. 

Baca juga: Kemenkes Salurkan Obat-obatan dan Alkes Kepada Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki

Penyemprotan tersebut dilakukan di seluruh Jawa, Bali, dan Lampung.

Secara simbolis, penyemprotan insektisida dilakukan oleh Presiden Soekarno pada 12 November 1959 di Desa Kalasan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Kegiatan tersebut turut dirangkai dengan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat.

Setelah lima tahun bergulir, program pemberantasan malaria itu akhirnya berhasil. Sebanyak 63 juta penduduk Indonesia terlindung dari penyakit malaria. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas