Poltracking Sebut Proses Pergantian Primary Sampling Unit dalam Surveinya Diatur Sangat Ketat
Direktur Riset Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi menyatakan terdapat perbedaan pernyataan Hamdi Muluk terhadap survei LSI dan Poltracking.
Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda AR, memastikan seluruh proses survei mulai dari pengumpulan hingga analisis data dilakukan dengan metode yang dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai prosedur.
“Poltracking selalu memberikan dataset yang sama kepada Persepi. Baik pada pengiriman data pertama tanggal 28 Oktober 2024 sebanyak 2000 data responden maupun pada pengiriman data kedua tanggal 3 November 2024 sebanyak 2000 data responden,” ungkap Hanta dalam keterangannya, Sabtu (9/11/2024).
Ia menjelaskan, meski terdapat perbedaan pelabelan nama kuesioner di dashboard, isi data yang disampaikan tetap identik dan tidak mengalami perubahan.
Baca juga: Hasil Survei Beda, Poltracking Bongkar Ancaman dari Dewan Etik Persepi: Sejak Awal Sudah Ditarget
Hanta juga menegaskan sistem verifikasi data dilakukan secara ketat, melibatkan pengacakan responden dan verifikasi data lapangan secara langsung melalui aplikasi. Verifikasi tersebut mencakup pengecekan geolokasi, durasi wawancara, foto bersama responden, serta konsistensi jawaban.
“Kami siap untuk diaudit membandingkan dua data tersebut oleh pihak ketiga yang lebih kompeten dan independen,” tegas Hanta.
Baca tanpa iklan