Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Brigjen Pol. Dr. Budhi Herdi Susianto, S.H., S.I.K., M.Si.

Brigjen Pol Budhi Herdi Susianto adalah jenderal bintang 1 asal Pemalang yang pernah terseret kasus Ferdy Sambo terkait pembunuhan Brigadir J.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rakli Almughni
zoom-in Brigjen Pol. Dr. Budhi Herdi Susianto, S.H., S.I.K., M.Si.
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Brigjen Pol. Dr. Budhi Herdi Susianto, S.H., S.I.K., M.Si. 

Tak berselang lama, Budhi lalu didapuk sebagai Kasubdit I Dittipidum Bareskrim Polri pada 2020.

Semenjak itu, karier Budhi makin melenting ke atas.

Di tahun 2020, ia dimutasi menjadi Analis Kebijakan Madya bidang Pidum Bareskrim Polri.

Barulah pada 2021, ia diangkat sebagai Kapolres Metro Jakarta Selatan.

Karier moncer Budhi di Polri sempat terancam terhenti karena kasus pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Juli 2022.

Ia diduga memberikan pernyataan yang melenceng terkait dengan kematian Brigadir J.

Akibatnya, ia ditempatkan di tempat khusus (patsus) Yanma Polri oleh Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Rekomendasi Untuk Anda

Setelah cukup lama mendekam di Yanma Polri, Budhi Herdi kemudian kembali mendapat jabatan sebagai Kabag Yanhak Rowatpers Polri pada 2023.

Bukannya menurun, karier Budhi justru makin cemerlang, musabab pada November 2024, ia naik pangkat dari Kombes menjadi Brigjen dan dipercaya untuk mengisi kursi jabatan sebagai Karowatpers Polri.

Kasus

Budhi Herdi Susianto turut terseret dalam kasus tewasnya Brigadir J, ajudan Ferdy Sambo, karena diduga merekayasa kronologi kasus pembunuhan yang terjadi di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, 8 Juli 2022, itu.

Saat itu, Budhi Herdi yang masih menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Selatan menyebut peristiwa tewasnya Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo adalah karena baku tembak.

Baca juga: Irjen Pol. Dr. Krishna Murti, S.I.K., M.Si.

Budhi menuturkan, peristiwa tembak menembak itu dipicu karena Brigadir J diduga melakukan pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo, yakni Putri Candrawathi.

"Mungki karena lelah pulang dari luar kota, ibu (Putri Candrawathi) sempat tertidur, saat itu tidak diketahui orang lain, Brigadir J masuk dan melakukan pelecehan terhadap ibu," kata Budhi Herdi Susianto, pada 12 Juli 2022, seperti dikutip dari Kompas.com.

Budhi berkata, tindakan asusila Brigadir J itu ketahuan oleh Putri yang terbangun dari tidur dan berteriak mintan tolong.

"Saudara J membalas, 'diam kamu!' sambil mengeluarkan senjata yang ada di pinggang," ujar Budhi.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas