Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Golkar Sentil PDIP: 10 Tahun Berkuasa Apakah Ada Tuduhan Partai Cokelat?

PDIP di Pilkada Jakarta cenderung tak mengkritisi pelaksanaan Pilkada karena Pramono Anung - Rano Karno menang hasil rekapitulasi KPU.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Golkar Sentil PDIP: 10 Tahun Berkuasa Apakah Ada Tuduhan Partai Cokelat?
Tribunnews.com/Fersianus Waku
Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Golkar, Soedeson Tandra di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/12/2024). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com,  Fersianus Waku

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Golkar, Soedeson Tandra, memberikan kritik terhadap PDIP terkait tudingan adanya keterlibatan “Partai Cokelat” atau yang disebutnya sebagai "Parcok" dalam Pilkada Serentak 2024. 

"Saya mau mengimbau kepada rekan-rekan saya di PDIP ya jangan gitulah. Mereka 10 tahun berkuasa. Apakah ada tuduhan-tuduhan Partai Coklat ini? Jangan begitu," kata Tandra di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/12/2024).

Baca juga: Jawab Tudingan PDIP Soal Partai Cokelat Cawe-cawe di Pilkada, Kapolri: Tanyakan ke Partai Lah

Tandra meminta PDIP tidak melontarkan tuduhan tanpa dasar yang bisa membingungkan masyarakat.

Dia menyoroti perbedaan sikap PDIP terhadap Pilkada Jakarta dengan daerah-daerah lain yang jagoan mereka kalah dalam kontestasi.

Baca juga: PDIP Singgung Fenomena Partai Cokelat : Harusnya Merah Putih, Bukan Ikut Politik Praktis

Menurut Tandra, PDIP di Pilkada Jakarta cenderung tak mengkritisi pelaksanaan Pilkada karena Pramono Anung - Rano Karno menang hasil rekapitulasi KPU.

Sementara di daerah lain yang jagoan mereka kalah, menurutnya, PDIP justru menuding adanya keterlibatan aparat kepolisian.

Rekomendasi Untuk Anda

"Barusan ini (Pilkada) DKI misalnya. Oh rakyat sudah cerdas. Karena mereka menang," ujar Tandra.

Tandra juga menegaskan bahwa dalam kontestasi politik seperti Pilkada, kemenangan maupun kekalahan adalah hal yang wajar. 

"Kalau ada pelanggaran hukum polisi, ya? Kita bicara di provinsi mana? Lebih kecil lagi kabupaten mana? Lebih kecil lagi kecamatan mana? Lebih kecil lagi TPS mana? Ya kan? Tunjukkan bukti," tegasnya.

Dia juga menyampaikan keyakinannya terhadap institusi kepolisian untuk menindak tegas apabila ada oknum yang melanggar hukum terkait Pilkada.

"Kalau ada hukum polisi yang melanggar, saya percaya Kapolri akan menindak tegas mereka-mereka yang melakukan pelanggaran terhadap kontestasi Pilkada ini," ungkap Tandra.

Sebelumnya, PDIP mengklaim menemukan indikasi keterlibatan aparat kepolisian di Pilkada serentak 2024.

Beberapa daerah yang mereka soroti seperti Pilkada Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Banten.

Ketua DPP PDIP Bidang Reformasi Sistem Hukum Nasional, Ronny Talapessy mengatakan tim hukum partainya tengah menyiapkan saksi dan bukti dugaan keterlibatan oknum polisi di Pilkada 2024.

Baca juga: PDIP Pajang Foto Hoegeng Kritisi Partai Cokelat, Hasto: Jadilah Polisi Merah Putih, Bukan Parcok

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas