Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Prabowo Usulkan Pengampunan Koruptor, Begini Respons Ketua KPK

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, merespons pernyataan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto soal memaafkan para koruptor jika kembalikan uang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Prabowo Usulkan Pengampunan Koruptor, Begini Respons Ketua KPK
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Ketua KPK RI terpilih 2024-2029 Setyo Budiyanto saat ditemui awak media usai rapat paripurna DPR RI pengesahan Pimpinan KPK RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/12/2024). Setyo Budiyanto merespons pernyataan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto soal memaafkan para koruptor jika kembalikan uang. 

Hal itu disampaikan Prabowo saat bertemu dengan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, Rabu (18/12/2024). 

"Saya dalam minggu-minggu ini, bulan-bulan ini, memberi kesempatan untuk tobat, hei para koruptor atau yang merasa pernah mencuri dari rakyat, kalau kau kembalikan yang kau curi, ya, mungkin kita maafkan. Tapi kembalikan dong," kata Prabowo dalam sambutannya.

Prabowo pun membuka kesempatan bagi koruptor untuk mengembalikan uang hasil tindak pidana secara diam-diam kepada negara.

"Nanti kita beri kesempatan, cara mengembalikannya bisa diam-diam supaya enggak ketahuan, mengembalikan lho ya. Tapi kembalikan," jelasnya.

Tak hanya itu, Eks Danjen Kopassus itu menegur para pengemplang pajak yang tidak membayarkan kewajibannya. 

Padahal, mereka semua selama ini memakai fasilitas negara.

"Hei kalian yang sudah menerima fasilitas dari negara, bayarlah kewajibanmu. Asal kau bayar kewajiban mu, taat kepada hukum, sudah, kita menghadap masa depan, kita tidak ungkit-ungkit yang dulu," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih lanjut, Prabowo pun mengultimatum bagi siapa pun yang masih bandel melawan hukum setelah peringatan tersebut. 

Ia tidak akan segan untuk menginstruksikan aparat untuk menangkap mereka.

"Kalau kau bandel terus, apa boleh buat, kita akan menegakkan hukum dan bagi aparat-aparat harus milih setia kepada bangsa negara dan rakyat atau setia kepada pihak lain." 

"Kalau setia kepada bangsa negara dan rakyat ayo, kalau tidak, percayalah saya akan bersihkan aparat RI. Dan saya yakin dan percaya rakyat Indonesia berada di belakang saya," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Deni/Zulfikar)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas