Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Program Makan Bergizi Gratis Dimulai Besok, Pakar Ingatkan Potensi Masalah dan Mitigasinya 

Pengamat kesehatan melihat ada potensi masalah yang harus dimitigasi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Febri Prasetyo
zoom-in Program Makan Bergizi Gratis Dimulai Besok, Pakar Ingatkan Potensi Masalah dan Mitigasinya 
Dok. Humas BGN
Badan Gizi Nasional (BGN) melaksanakan uji coba program pemberian makan siang bergizi gratis di 47 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal dimulai besok, Senin (6/1). 

Ada 190 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur yang siap beroperasi.

Tentang hal ini, pengamat kesehatan dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, melihat ada potensi masalah yang harus dimitigasi. 

"Ada potensi masalah yang harus di mitigasi betul. Diperhatikan, dimonitor dan terus dievaluasi," ungkapnya kepada Tribunnnews, Minggu (5/1/2025). 

Potensi masalah pertama adalah logistik dan distribusi.

Program ini memiliki tantangan pada pengiriman makanan bergizi ke daerah terpencil, terutama pada daerah yang memiliki infrastruktur transportasi terbatas.

Kedua, menurut Dicky perlu ada pengawasan dan transparansi. 

Rekomendasi Untuk Anda

"Ini kaitan dengan ya adanya risiko penyalahgunaan dana dan korupsi dalam pelaksanaan (program) ini. Selalu ada celah untuk itu. Artinya, harus betul-betul ada pengawasan yang sangat kuat," imbuhnya. 

Ketiga, Dicky mengingatkan adanya potensi penurunan kualitas gizi karena ketidaksesuaian standar.

Karena itu, Dicky mengusulkan beberapa langkah mitigasi. Di antaranya membentuk penguatan pengawasan dan pelibatan komunitas masyarakat. 

Selain itu, pemerintah juga perlu mendorong masyarakat setempat untuk melaporkan jika ada pelanggaran dan memberi masukan atas pelaksanaan program tersebut. 

Baca juga: Program Makan Siang di Sekolah Jadi Sarana Ideal Ajarkan Etika, Kerjasama dan Kebersihan

Jalannya program ini, kata Dicky, juga perlu dijaga secara berkala oleh pihak independen.

"Sangat penting juga melibatkan posyandu untuk literasi. Termasuk edukasi pada publik dengan kader-kader kesehatan atau lembaga swadaya masyarakat (LSM)," imbuhnya. 

Di sisi lain, menurutnya pemerintah juga harus mengoptimalkan teknologi untuk memonitor distribusi makanan dari dapur hingga penerima manfaat sehingga dapat memastikan dengan mudah kolaborasi antarlembaga.

Ia juga menyarankan adanya diversifikasi pangan untuk melahirkan menu variatif agar dapat mencegah kebosanan sekaligus meningkatkan cakupan gizi . 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas