Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

TB Hasanuddin Minta Polisi Militer segera Tangkap Sertu Hendri dan Dihukum Seberat-beratnya

Keberadaan Sertu Hendri hingga kini belum ditemukan, DPR pun meminta Polisi Militer segera menangkap dan diberikan hukuman seberat-beratnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rifqah
zoom-in TB Hasanuddin Minta Polisi Militer segera Tangkap Sertu Hendri dan Dihukum Seberat-beratnya
Kolase Tribunnews.com
Kolase foto TB Hasanuddin dan Sertu Hendri - Keberadaan Sertu Hendri hingga kini belum ditemukan, DPR pun meminta Polisi Militer segera menangkap dan diberikan hukuman seberat-beratnya. 

Tetapi, upayanya untuk kembali hidup bersama dengan istri siri membuat keberadaannya sebagai buronan tercium aparat TNI.

Bahkan, Hendri kini terjerat kasus baru yakni penembakan prajurit TNI yang hendak menyergapnya.

Kronologi Penembakan

Peristiwa penembakan itu berawal saat personil Subdenpom Persiapan Belitung yang dipimpin Letda Cpm M Jaka Budi Utama mendatangi kontrakan pelaku di Jalan Kamboja, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung Senin sekitar pukul 00.32 WIB dini hari. 

Setibanya di lokasi dengan strategi, rombongan tujuh orang mulai mengetuk pintu. 

Awalnya, pelaku tidak mau membuka pintu dan menanyakan identitas rombongan. 

Setelah itu, tiba-tiba, pelaku mematikan lampu dan mulai keluar rumah dengan mengacungkan senjata api. 

"Dia menodongkan senjata kepada personel termasuk saya. Waktu itu yang berhadapan langsung ada saya, Pratu Aditya, dan kami berlindung di belakang mobil," ungkap Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Hariyanto, saat dihubungi Tribunnews.com pada Rabu (15/1/2025).

Rekomendasi Untuk Anda

Saat itu, personel sempat memberikan tembakan peringatan, tapi tak dihiraukan pelaku. 

Di saat situasi genting, Serma Randi yang berada di samping rumah muncul dan meminta pelaku menyerah, tanpa membawa senjata apapun.

Mengetahui Serma Rendi tak membawa senjata, pelaku kemudian mengejar dan menjadikannya sandera. 

Melihat situasi yang terjadi, kata Hariyanto, pihaknya pun mundur demi keselamatan Serma Rendi yang saat itu dalam posisi terancam.

"Karena alasan keselamatan anggota, saya memutuskan mundur," jelasnya. 

Lalu, kondisi tersebut dimanfaatkan pelaku untuk melarikan diri dengan menjadikan Serma Rendi sebagai sopir.

Karena jarak kendaraan rombongan agak jauh, mereka kehilangan jejak ketika melakukan pengejaran. 

Ketika sedang mencari pelaku, sekitar pukul 01.30 WIB, pihak polisi militer mendapatkan informasi Serma Rendi sudah di rumah sakit akibat luka tembak.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas