Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Momen Mobil RI 25 Menteri Satryo Diadang Pegawai Kemendikti Saintek, Terdengar Sorakan 'Turun!'

Mobil RI 25 milik Mendiktisaintek Satro Soemantri diadang puluhan pegawainya, Senin (20/1/2025).

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Momen Mobil RI 25 Menteri Satryo Diadang Pegawai Kemendikti Saintek, Terdengar Sorakan 'Turun!'
Kolase Tribunnews.com
Mobil RI 25 milik Mendiktisaintek Satro Soemantri diadang puluhan pegawainya, Senin (20/1/2025). 

TRIBUNNEWS.com - Mobil dinas RI 25 milik Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro, diadang puluhan pegawai saat berada di tempat parkir basement, Senin (20/1/2025).

Pengadangan ini terjadi saat aksi demo di kantor Kemendikti Saintek berlangsung.

Diketahui, aksi demo itu digelar sebagai bentuk protes atas pemecatan terhadap pegawai Kemendikti Saintek  yang dilakukan secara sepihak.

Dalam tayangan YouTube Tribunnews.com, tampak mobil RI 25 diadang puluhan pegawai Kemendikti Saintek.

Saat para pegawai mengepung mobil tersebut, mereka mendesak Satryo turun.

"Turun, turun, turun!" suara gemuruh teriakan para pegawai terdengar sembari beberapa mengangkat tangan mereka.

Baca juga: Neni Herlina Ungkap Pemicu Pemecatannya oleh Mendiktisaintek, Ada Peran Istri Satryo Soemantri?

Teriakan itu terus terdengar, meski mobil RI 25 terus melaju pelan.

Rekomendasi Untuk Anda

Diketahui, aksi protes digelar puluhan pegawai Kemendikti Saintek pada Senin pagi.

Dalam aksi itu, mereka membawa spanduk bertuliskan "Institusi Negara Bukan Perusahaan Pribadi Satryo dan Istri".

Pada kesempatan yang sama, Ketua Paguyuban Pegawai Ditjen Dikti, Suwitno, membeberkan alasan para pegawai menggelar aksi unjuk rasa.

Ia mengatakan, sejak Satryo menjabat sebagai Mendiktisaintek, prosedur mutasi jabatan di Kementerian tersebut tak sesuai prosedur.

"Perubahan kementerian kalau soal pergantian jabatan pimpinan itu hal yang biasa."

"Tapi, dengan cara-cara yang tidak elegan, cara-cara tidak fair, cara-cara juga tidak sesuai prosedur," kata dia, Senin.

Suwitno lantas menuturkan, puncak kekesalan para pegawai terjadi setelah ada satu dari rekan mereka yang dipecat secara sepihak.

Ia menyebut Satryo sebagai Mendiktisaintek tak melakukan pemecatan sesuai prosedur.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas