Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Titiek Soeharto Minta Pemerintah Umumkan Pemilik Pagar Laut di Tangerang

Titiek Soeharto mendesak pemerintah segera ungkap pemilik pagar laut sepanjang 30 kilometer yang ditemukan di perairan Tangerang, Banten.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Titiek Soeharto Minta Pemerintah Umumkan Pemilik Pagar Laut di Tangerang
Tribunnews.com/Fersianus Waku
Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mendesak pemerintah segera mengungkap pemilik pagar laut sepanjang 30 kilometer yang ditemukan di perairan Tangerang, Banten. Titiek menilai, keberadaan pagar tersebut menimbulkan tanda tanya besar, baik dari sisi pembuatannya maupun pembiayaannya. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mendesak pemerintah segera mengungkap pemilik pagar laut sepanjang 30 kilometer yang ditemukan di perairan Tangerang, Banten.

Titiek Soeharto menilai, keberadaan pagar tersebut menimbulkan tanda tanya besar, baik dari sisi pembuatannya maupun pembiayaannya.

"Komisi IV mendesak pemerintah segera mengetahui dan mengumumkan itu sebenarnya pagarnya punya siapa, siapa yang bikin, siapa yang suruh, siapa yang membiayai?" kata Titiek Soeharto di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2025).

Titiek Soeharto menegaskan bahwa pembangunan pagar laut sepanjang itu tidak mungkin dilakukan dalam waktu singkat tanpa pendanaan yang besar. 

Dia menyoroti klaim bahwa pagar tersebut dibangun secara swadaya oleh kelompok nelayan, yang dinilainya tidak masuk akal.

"Mosok tiba-tiba ada gitu ya 30,16 KM kan enggak bisa dibikin 1-2 hari. Jadi ini supaya segera oleh pemerintah mengetahui siapa yang bikin ini," ujar Titiek.

"Ini biayanya mahal, sudah dihitung-hitung ada yang hitung katanya 12 koma berapa miliar gitu ya," ucapnya menambahkan.

Baca juga: Turuti Perintah Prabowo, Menteri Kelautan Segera Bongkar Pagar Laut Misterius di Tangerang Rabu Lusa

Rekomendasi Untuk Anda

Titiek Soeharto meminta pemerintah segera menangani kasus ini. Apalagi sudah berjalan lebih dari satu bulan.

"Jadi kami mendesak supaya pemerintah segera cari tahu. Ini sudah, kasus ini sudah 1 bulan lebih ramainya, masa enggak dapat-dapat gitu (pelakunya)," tegasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas