Waspada! Mulai Besok Kecepatan dan Frekuensi Kereta Api Ditambah, Berikut Rinciannya
Masyarakat diimbau waspada saat melintasi perlintasan sebidang seiring KAI melakukan peningkatan kecepatan kereta api secara nasional.
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat diimbau waspada saat melintasi perlintasan sebidang seiring PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan peningkatan kecepatan kereta api secara nasional, bagian dari pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025 mulai Sabtu, 1 Februari 2025.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan, langkah ini merupakan realisasi dari komitmen KAI dalam mendukung satu tujuan Astacita Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan perusahaan sebagai bagian dari Kementerian BUMN untuk mempercepat pembangunan infrastruktur perkeretaapian yang aman, modern, dan efisien.
Langkah penambahan kecepatan kereta api ini selaras dengan satu misi Astacita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan percepatan pembangunan infrastruktur terintegrasi, peningkatan konektivitas antarwilayah, serta penguatan daya saing transportasi publik.
"Peningkatan kecepatan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi pelanggan sekaligus mengoptimalkan efisiensi operasional,” ujar Anne dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (31/1/2025).
Anne menyampaikan, perubahan kecepatan ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara KAI, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Baca juga: Puncak Arus Balik Libur Panjang, KAI Catat 37 Ribu Penumpang Kereta Api Telah Tiba di Jakarta
Dengan peningkatan ini, KAI berharap dapat memberikan dampak positif dalam mempercepat waktu perjalanan, meningkatkan konektivitas antardaerah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“KAI terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat Indonesia dengan meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan efisiensi dalam transportasi kereta api. Perhatian penuh dari Presiden Prabowo dan Kementerian BUMN akan menjadi pendorong utama untuk menghadirkan transportasi berbasis rel yang unggul dan berdaya saing tinggi,” tutur Anne.
Sementara itu, pihak PT KAI Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi pelintasan sebidang.
Hal ini disebabkan meningkatnya kecepatan kereta api (KA) seiring dengan diberlakukannya Gapeka 2025 mulai 1 Februari 2025.
Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9, Cahyo Widiantoro, menjelaskan beberapa rangkaian KA akan mengalami peningkatan kecepatan hingga 120 kilometer per jam di beberapa lintasan tertentu.
Peningkatan ini bertujuan untuk mempercepat waktu tempuh perjalanan kereta api, sehingga juga memerlukan perhatian lebih dari masyarakat, terutama saat melewati perlintasan sebidang.
Baca juga: KAI Rilis Gapeka 2025, Waktu Perjalanan Makin Singkat dan Ada Penambahan Jumlah Perjalanan KA
Dengan diberlakukannya Gapeka 2025, batas kecepatan KA di beberapa jalur akan meningkat.
Misalnya, pada lintas antara Stasiun Jember dan Stasiun Malasan, kecepatan tertinggi akan meningkat dari 80 km per jam menjadi 100 km per jam.
Sementara itu, di lintas antara Stasiun Leces dan Stasiun Pasuruan, kecepatan kereta api akan mencapai 120 km per jam.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.