Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menag RI Temukan Buku Agama yang Menyesatkan Orang lain: Superiority, yang Lain Dianggap Sesat

Buku itu disebut mengajarkan tentang kebencian hingga anggapan agama sendiri superior dari yang lain.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Menag RI Temukan Buku Agama yang Menyesatkan Orang lain: Superiority, yang Lain Dianggap Sesat
TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN
BUKU AGAMA - Menteri Agama RI Nasaruddin Umar melakukan sesi wawancara khusus di Sutdio Tribun Network, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2025). Hari ini Nasaruddin Umar mengatakan pihaknya menemukan buku agama yang menyesatkan. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar mengatakan pihaknya menemukan buku agama yang menyesatkan.

Buku itu disebut mengajarkan tentang kebencian hingga anggapan agama sendiri superior dari yang lain.

Ia menjelaskan buku tersebut kini sudah disisir oleh Kementerian Agama RI. Menurutnyq, buku tersebut dianggap membahayakan masa depan bangsa.

"Setelah kami sisir buku-buku wajib dan buku bacaan banyak sekali yang anjurkan orang untuk mengistimewakan dirinya, superiority dirinya, tapi yang lain sesat. Apa jadinya NKRI di masa depan kalau sikap pengajaran pendidikan agama kita seperti itu," ujar Nasaruddin di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (4/2/2025). 

 

Nasaruddin pun berbicara bahwasanya banyak guru agama yang mengajarkan kepada muridnya bahwa Islam merupakan agama yang paling benar.

Rekomendasi Untuk Anda

Di sisi lain, mereka menyesatkan agama yang lain.

"Jujur saya ingin sampaikan pengalaman kami setiap guru agama mengajarkan ke muridnya agama paling benar adalah agama kita, contoh agama islam, agama lain sesat. Jangankan agama lain, yang beda aliran aja bisa disesatkan. Bahkan najis ya," jelasnya.

Nasaruddin pun mempertanyakan sikap toleransi yang diajarkan para pengajar agama tersebut.

Padahal, setial agama harusnya mengajarkan tentang cinta dan kasih.

"Bagaimana menunjukkan toleransi sejati? Setiap guru agama harus mengajarkan agamanya dengan cinta, tidak mesti kita menyatukan agama.

Akan tetapi kita ajarkan kebenaran agama kita masing-masing dan tak ajarkan kebencian," ungkapnya.

Dia mengungkit ajaran Alquran yang mengajarkan bahwa Allah SWT yang memuliakan anak cucu dari nabi Adam AS.

Bukan hanya orang islam, siapa pun anak cucu nabi Adam harus dimuliakan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas