Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Respons Komisi X DPR Soal Banyak Siswa Terancam Gagal Ikut SNBP

Pimpinan Komisi X DPR merespons banyak siswa terancam gagal mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025, hal itu bakal dievaluasi. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Chaerul Umam
zoom-in Respons Komisi X DPR Soal Banyak Siswa Terancam Gagal Ikut SNBP
TribunSolo.com/Andreas Chris
SISWA DEMO - Ratusan siswa kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Solo ditemani wali murid gelar aksi demo di halaman sekolah, Senin (3/2/2025) siang. Keterlambatan pengisian data pendaftaran PPDS mengancam para siswa yang duduk di bangku kelas XII SMKN 2 Solo tak bisa masuk ke perguruan tinggi lewat jalur prestasi. Pimpinan Komisi X DPR merespons banyak siswa terancam gagal mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025, hal itu bakal dievaluasi.  

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pimpinan Komisi X DPR RI merespons banyaknya siswa yang terancam gagal mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025.

Hal ini dikarenakan sejumlah sekolah dilaporkan mengalami keterlambatan dalam pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PDIP My Esti Wijayati mengungkapkan, hal itu akan menjadi evaluasi dari komisi yang membidangi pendidikan, budaya dan olah raga tersebut.

"Nah catatan mengenai hal ini tentu kami mengevalusi apa persoalan sekolah tersebut sehingga terlewatkan untuk melakukan pengisian PDSS," kata My Esti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2/2026).

Kekinian, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, memberikan kesempatan bagi sekolah tersebut untuk mengajukan pengisian PDSS ulang.

My Esti mengimbau agar sekolah segera melakukan pengisian PDSS.

"Jadi 300 (sekolah) itu kira kira mungkin 200an melengkapi kembali. Artinya masih ada ruang waktu itu. Terakhir tinggal seratusan ya mungkin dari 300 ini 100 tidak melakukan PDSS," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih lanjut, My Esti melihat bahwa permasalahan tersebut tidak bisa ditujukan akibat keteledoran dari pemerintah pusat. 

Ia juga mendorong para siswa berprestasi agar diberi jalur lain untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

Baca juga: Protes Kelalaian Pengisian Data PDSS, Siswa Karawang Teriak “Masa Depan Kami Sirna”

"Kemudian bagaimana anak-anak kita yang berprestasi yang sebenarnya mungkin sekolah tersebut punya kuota untuk memasukkan anaknya dengan jalur prestasi ini apakah ada ruang lain yang bisa dibuka," ujarnya.

"Intinya jangan putus asa bagi anak-anak masih ada jalur untuk tes untuk bisa meneruskan kuliah," tandasnya.

Sebelumnya, ramai di media sosial (medsos) sejumlah siswa dan sekolah meminta perpanjangan pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Beberapa siswa dan sekolah juga sempat mengisi chat live YouTube Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) yang berisi permintaan perpanjangan pengisian PDSS saat Sosialisasi Mekanisme Pendaftaran SNBP 2025 ditayangkan secara langsung pada Senin, (4/2/2025).

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengakui terdapat sejumlah sekolah yang gagal mengunggah data pada PDSS.

Dirinya mengungkapkan kegagalan pendaftaran tersebut terjadi akibat sejumlah faktor.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas