Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Polemik Band Sukatani, PP GPA Singgung Kebebasan Tak Boleh Rugikan Orang Lain 

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah (PP GPA) Aminullah Siagian, menyoroti polemik lagu 'Bayar Bayar Bayar' karya band Sukatani,

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Polemik Band Sukatani, PP GPA Singgung Kebebasan Tak Boleh Rugikan Orang Lain 
HO/Dokumentasi Pribadi
BAND SUKATANI - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA), Aminullah Siagian, menyoroti polemik lagu 'Bayar Bayar Bayar' karya band Sukatani, yang sempat viral di media sosial lantaran liriknya mengkritik polisi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah (PP GPA) Aminullah Siagian, menyoroti polemik lagu 'Bayar Bayar Bayar' karya band Sukatani, yang sempat viral di media sosial lantaran liriknya mengkritik polisi.

Aminullah menyatakan bahwa mengkritik pelaku atau oknum dalam institusi tidaklah masalah.

Namun jika kritik tersebut berdampak merugikan institusi secara keseluruhan, hal tersebut bisa menjadi masalah.

"Kalau mengkritik pelaku atau oknum, saya kira enggak ada masalah. Tapi kalau itu bisa membawa institusi, ya kemudian terkena dampak, ini yang mungkin bisa jadi masalah," kata Aminullah dalam keterangan tertulis Selasa (25/2/2025).

Ia juga menegaskan bahwa dalam sebuah institusi, selalu ada kemungkinan oknum yang melanggar kode etik. 

Meskipun demikian, masyarakat masih sangat membutuhkan institusi kepolisian yang kuat, bersih, dan dapat dipercaya. 

"Masyarakat juga menilai, masyarakat masih membutuhkan institusi kepolisian yang kuat dan bersih," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Aminullah menyampaikan pentingnya kebebasan berekspresi, namun dengan tetap menjaga hak orang lain. 

Dia memberikan contoh bahwa kebebasan tersebut tidak boleh menyinggung isu-isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA), yang dapat memicu perpecahan. 

"Kita mendukung kebebasan berekspresi. Namun kebebasan itu tidak boleh mengganggu hak orang lain. Misalnya, jangan sampai menyinggung isu SARA atau institusi-institusi yang bisa dirugikan," ujar Aminullah.

Dengan begitu, PP GPA berharap agar kebebasan berekspresi dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan tidak merugikan pihak lain.

Serta mendukung upaya-upaya dalam memperkuat institusi kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia.

Sebelumnya, Band Sukatani tengah menjadi sorotan, seusai mengunggah video berisi permintaan maaf di akun sosial media Instagram miliknya, @sukatani.band.

Grup musik asal Purbalingga ini mengatakan permintaan maaf mereka untuk Kapolri dan Lembaga Kepolisian Republik Indonesia.

Lewat unggahan instagram mereka, personel Sukatani mengatakan bahwa telah mencabut dan menarik lagu tersebut dari peredaran.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas