Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cerita Pilu Karyawan Sritex yang Terkena PHK

PT Sritex resmi tutup dan ribuan buruh kehilangan pekerjaan atau terkena PHK, ada kisah sedih dan harapan para karyawan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Cerita Pilu Karyawan Sritex yang Terkena PHK
Tribun Solo/Anang Maruf Bagus Yuniar
TERIMA NASIB - Ribuan karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) Sukoharjo, mulai membawa perlengkapan pribadi mereka dari tempat kerja setelah penyebaran formulir pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Rabu (26/2/2025) kemarin. Wagiyem yang telah bekerja sebagai operator mesin tenun sejak 1997, mengaku terkejut atas kebangkrutan perusahaan. 

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah karyawan PT Sritex, perusahaan tekstil terkemuka, harus menerima kenyataan pahit setelah perusahaan dinyatakan pailit.

Pada Sabtu, 1 Maret 2025, PT Sritex resmi tutup, dan ribuan buruh kehilangan pekerjaan mereka atau terkena PHK.

Karyawan yang telah bekerja selama puluhan tahun di PT Sritex terpaksa berpisah dengan tempat kerja yang telah menjadi sumber penghidupan mereka.

Pada hari-hari terakhir sebelum penutupan, Kamis (27/2/2025), banyak karyawan terlihat mengemas barang-barang pribadi dan mengikuti acara perpisahan.

Cerita Karyawan

Berikut adalah kisah beberapa karyawan yang terdampak PHK:

Wagiyem: Nggak Nyangka Perusahaan Besar Bisa Bangkrut

Wagiyem, 48 tahun, telah bekerja sebagai operator mesin tenun sejak 1997.

Ia mengaku terkejut dengan kebangkrutan perusahaan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Gak nyangka aja pabrik sebesar ini, terkenal di luar negeri kok bisa bangkrut," ucapnya.

Menurut Wagiyem, ia sempat mengikuti acara perpisahan di Sritex.

Baca juga: Pemerintah Siapkan BLK hingga Loker Alternatif Bantu Korban PHK Sritex

"Hari ini (Jumat) cuma acara perpisahan saja. PHK-nya sudah kemarin. Hak-haknya dikasih tapi masih menunggu."

"Jaminan Hari Tua (JHT) Maret 2025 cair, pesangonnya nanti. Hak-hak karyawan semua dikasihkan," katanya saat duduk di warung depan gerbang utama, sehari sebelum Sritex tutup, Jumat (28/2/2025) sekitar pukul 09.15 WIB.

Wagiyem mengaku, telah bekerja di Sritex selama puluhan tahun. Sejak 1997, ia bekerja sebagai operator mesin tenun.

Selama bekerja pula, ada suka dan duka yang telah dilewatinya.  Termasuk ketika Wagiyem pernah mendapatkan selembar saham dari pendiri H.M. Lukminto. 

Karwi: Ingin Buka Usaha Warung

Karwi Mardiyanto, 45 tahun, juga menjadi korban PHK.

Ia berencana membuka usaha warung makan setelah Lebaran.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas