Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bawaslu Usulkan Skema Cost Sharing untuk Biaya PSU Pasca-Putusan MK

Bawaslu mengusulkan skema cost sharing untuk mendukung pembiayaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pasca-putusan MK.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Bawaslu Usulkan Skema Cost Sharing untuk Biaya PSU Pasca-Putusan MK
Tribunnews.com/ Mario Christian Sumampow
PEMUNGUTAN SUARA ULANG - Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja saat diwawancarai di kawasan Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2024). Bawaslu mengusulkan skema cost sharing untuk mendukung pembiayaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pasca-putusan MK. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengusulkan skema cost sharing untuk mendukung pembiayaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pasca-putusan Mahkamah Konstitusi (MK). 

Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja, menyampaikan bahwa mekanisme ini dapat diterapkan bagi Bawaslu kabupaten/kota yang mengalami keterbatasan anggaran dalam melaksanakan pengawasan PSU.

“Jika pemerintah daerah tidak mampu membiayai pengawasan PSU, maka dapat dilakukan cost sharing dengan Bawaslu Provinsi yang masih memiliki sisa anggaran pemilihan,” ujar Bagja dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPR RI, Pemerintah, Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (10/3/2025).

Bagja menjelaskan, skema cost sharing ini merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 54 Tahun 2019 tentang pendanaan kegiatan pemilihan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

Dalam Pasal 5 ayat (1) regulasi tersebut, disebutkan bahwa pemerintah provinsi dapat membantu pendanaan jika pemerintah kabupaten/kota mengalami keterbatasan anggaran dalam penyelenggaraan pemilihan bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota.

Baca juga: DKPP Sidang Pejabat Bawaslu RI, Dugaan Hubungan di Luar Nikah dan KDRT

Selain itu, Bagja menekankan implementasi cost sharing ini memerlukan kebijakan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memastikan penggunaan anggaran pengawasan PSU berjalan sesuai regulasi. 

Hal ini juga sejalan dengan Pasal 18 ayat (3) Permendagri 54/2019 yang mengatur bahwa laporan penggunaan belanja hibah pemilihan harus disampaikan paling lambat tiga bulan setelah pengesahan pengangkatan calon terpilih.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas