Anugerah Wartawan Katolik Indonesia Sampai ke Vatikan Diterima Romo Markus Solo
Akhirnya Romo Markus Solo menerima langsung anugerah dari PWKI, jarak jadi alasan penerjemah Paus Fransiskus saat di Indonesia itu baru menerimanya.
Editor:
Theresia Felisiani
Penyerahan itu berlangsung di Lapangan Basilica St. Petrus, di Vatikan dan direkam dalam video singkat.
Video itu diterima Panitia Buka Tahun Baru Bersama PWKI Ke-18, Rabu (19/3/2025).
“Terima kasih Romo Riston, terima kasih teman-teman PWKI, terima kasih Romo Budi atas piagam penghargaan ini . Sangat menggembirakan saya, terima kasih, Tuhan memberkati,” jawab Padre Marco seraya menerima plakat penghargaan.
PANGAN UNTUK SEMUA
PWKI didirikan pada 28 Januari 2005. Komunitas wartawan Katolik ini dipimpin oleh Asni Ovier Dengen Paluin (Ketua) dan Mercy Tirayoh (Wakil Ketua).
Acara Buka Tahun Baru Bersama ke-18 PWKI, 25 Januari 2025 lalu diawali dengan perayaan ekaristi yang dipimpin Konselebran Sekretaris Keuskupan Agung Jakarta Rm Adi Prasodjo Pr bersama Sekretaris Eksekutif Komisi HAK KWI Rm Aloysius Budi Purnomo Pr dan Rm Heri Wibowo Pr, Sekretaris Eksekutif Komisi HAK KWI periode 2019 – 2025.
“Pangan untuk Semua” diangkat sebagai tema perayaan, menyusul pangan yang menjadi fokus pemerintah. PWKI mengajak semua komponen bangsa merefleksikan langkah yang bertujuan agar bangsa Indonesia berjalan bersama menghadapi tantangan ke depan terkait dengan pangan.
Baca juga: Dunia sedang Sakit, Vatikan Dukung PWKI Bawa Misi Perdamaian
Menurut Pendiri dan Penasihat PWKI, AM Putut Prabantoro, dunia sangat mengenal istilah Si Vis Pacem, Para Bellum yakni Jika Anda Ingin Damai, Siapkanlah Perang. Ini memaknai bahwa konflik atau perang digunakan sebagai alat untuk mewujudkan damai. Artinya, salah satu pihak harus kalah dan menjadi korban. Sesuatu yang kontradiktif dengan perdamaian itu sendiri. Dan, ini selalu digunakan sebagai legitimasi untuk berperang ataupun berkonflik.
Dalam konteks perdamaian pada saat ini, Putut Prabantoro menyatakan bahwa istilah provokatif itu – Si Vis Pacem, Para Bellum, harus diganti. Yang harus berlaku adalah, Si Vis Pacem, Para Panem yakni jika Anda ingin Damai siapkanlah Roti (pangan/kesejahteraan). Kesejahteraan selalu ujung dari perdamaian. Dan perang atau konflik tidak menawarkan perdamaian.
Baca tanpa iklan