Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Prabowo Sapa Dedi Mulyadi Saat Singgung Orang Kampung: Bukan dari Amrik, Oh Purwakarta

Presiden Prabowo menyebutkan pihaknya berupaya untuk memberikan kebijakan yang masuk akal.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Prabowo Sapa Dedi Mulyadi Saat Singgung Orang Kampung: Bukan dari Amrik, Oh Purwakarta
Foto Tangkapan Layar
PANEN BERSAMA - Panen raya padi serentak di 14 provinsi bersama Presiden Prabowo di Majalengka, Senin 7 April 2025. /Youtube: Sekretariat Presiden 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menyinggung orang-orang yang memiliki kemampuan intelektual yang tinggi justru mengalami kegagalan ketika berkarier di Indonesia.

Mantan Menteri Pertahanan RI itu menyinggung hal tersebut  saat sedang membahas pentingnya ketahanan pangan yang menjadi salah satu programnya.

Bagi Presiden, keberhasilan program itu bisa dilihat dari kestabilan harga pangan saat Ramadhan dan Lebaran.

Dalam 6 bulan ini, Presiden Prabowo menyebutkan pihaknya berupaya untuk memberikan kebijakan yang masuk akal.

Dia pun menyinggung orang yang berintelektual menjanjikan kebijakan yang berbelit-belit.

“Sekarang masuk bulan ke-6 tapi dengan niat yang baik, dengan kebijakan yang masuk akal, bukan kebijakan orang terlalu pintar. Kadang-kadang orang terlalu pintar malah nggak jadi apa-apa,” ujar Presiden Prabowo saat video conference bersama para menteri, kepala daerah, dan TNI-Polri membahas pangan pada Senin ( 7/4/2025).

Ketua Umum Partai Gerindra itu lantas memanggil Politikus Gerindra Dedi Mulyadi yang kini menjadi Gubernur Jawa Barat.

Rekomendasi Untuk Anda

Dedi diketahui berasal dari kampung.

Dia lalu menyinggung, “Tak ada lulusan Amerika Serikat (AS). Ini Kang Dedi lulusan mana? Bukan dari Amrik, oh Purwakarta. Ini orang kampung semua yang kerja, Zulhas orang Lampung,” ucapnya.

Namun begitu, Presiden Prabowo tidak menampik pihaknya tetap memerlukan banyak orang-orang pintar di Indonesia.

Akan tetapi, orang pintar yang memiliki akal sehat dan cinta kepada masyarakat.

“Kita butuh orang-orang pintar banyak, yang paling penting adalah mereka yang punya akal sehat dan orang yang benar-benar cinta kepada rakyat kita,” pungkasnya.

Sosok Dedi Mulyadi dari Kampung Subang

Dedi Mulyadi kini adalah kader Partai Gerindra.

Dia terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat usai memenangkan kontestasi Pilgub Jabar 2024 lalu.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas