Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Lemkapi Sorot Respons Cepat Kapolri Sikapi Insiden Pengawal Pukul Jurnalis di Semarang

Ketua Prodi Magister Ilmu Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta ini melihat selama ini hubungan Kapolri dengan para  jurnalis sangat baik

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Lemkapi Sorot Respons Cepat Kapolri Sikapi Insiden Pengawal Pukul Jurnalis di Semarang
Sumber Kompas TV
WARTAWAN DIPUKUL DIANCAM - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Edi Hasibuan memuji ketulusan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta maaf atas insiden pemukulan dan pengancaman yang diduga dilakukan anak buahnya 

Ipda Endri Purwa Sefa, anggota Tim Pengamanan Protokoler Kapolri, diketahui melakukan kekerasan dengan menempeleng, memukul hingga mengeluarkan kata-kata kasar kepada jurnalis di Semarang.

Peristiwa terjadi saat Kapolri meninjau arus balik Lebaran 2025 di Stasiun Tawang, Kota Semarang, Sabtu (5/4/2025).

Korban kekerasan dari Ipda Endri diduga lebih dari empat orang.

Namun, hanya pewarta foto dari Kantor Berita Antara Foto, Makna Zaezar, yang berani menyuarakan tindakan kekerasan tersebut.

Setelah peristiwa ini viral, Ipda Endri telah meminta maaf secara langsung kepada Makna Zaezar.

Ipda Endri Purwa Sefa didampingi Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto dan tim Mabes Polri, mendatangi kantor Berita Antara Jateng di Jalan Veteran, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (6/4/2025).

"Kami dari pengaman protokoler memohon maaf atas kejadian di Stasiun Tawang semoga kami lebih humanis dan dewasa," ujar Ipda Endri, Minggu, dikutip dari TribunJateng.com.

Baca juga: Kisah Wartawan yang Kepalanya Dikeplak Ipda Endry Ajudan Kapolri, Dipukul Tanpa Alasan Jelas

Rekomendasi Untuk Anda

Terpisah, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, berdalih tindakan ajudan Kapolri kepada jurnalis di Semarang terjadi karena suasana sangat crowded saat kunjungan Kapolri di Stasiun Tawang.

Ketika itu, Ipda Endri Purwa Sefa disebut berusaha mengamankan jalur Kapolri hingga berujung insiden pemukulan.

"Seharusnya kejadian ini bisa dihindari sehingga kami akan melakukan evaluasi agar peristiwa serupa tak terulang kembali," ujar Kombes Pol Artanto, Minggu.

Meski Ipda Endri telah meminta maaf, pihak kepolisian memastikan tidak menghentikan penyelidikan atas kasus tersebut.

"Kami akan menyelidiki kasus ini semisal ditemukan pelanggaran kami tak segan memberikan sanksi," tegas Kombes Artanto.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas