Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Wagub Jabar Tanggapi Kasus Pelecehan Dokter PPDS Unpad, Minta Korban Lain Berani Lapor

Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), Erwan Setiawan meminta agar korban lain berani buka suara atau speak up dan tidak ragu melapor ke pihak kepolisian.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Wagub Jabar Tanggapi Kasus Pelecehan Dokter PPDS Unpad, Minta Korban Lain Berani Lapor
Kolase Tribunnews
PELAKU RUDAPAKSA KELUARGA PASIEN RSHS - Priguna Anugerah Pratama, dokter residen terduga pelaku rudapaksa keluarga pasien RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Priguna terdaftar sebagai peserta didik baru Program Studi Spesialis Anestesi Universitas Padjadjaran, Bandung. 

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Erwan Setiawan ikut mengomentari kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Padjadjaran (Unpad) bernama Priguna Anugerah Pratama alias PAP (31).

Ia meminta agar korban lain berani buka suara atau speak up dan tidak ragu melapor kepada pihak kepolisian.

Erwan memastikan Pemerintah Provinsi Jabar akan memberikan pendampingan untuk memberikan rasa aman terhadap para korban.

"Jangan takut, silakan korban lapor, kita dampingi," kata Erwan di Cimahi, Kamis (10/4/2025) dikutip dari Tribun Jabar.

Erwan mengungkapkan polisi saat ini tengah mengumpulkan bukti-bukti dan melakukan penyelidikan mendalam terhadap dua orang lain, yang diduga turut menjadi korban pelecehan seksual PAP.

"Sekarang bermunculan tidak hanya satu korban, muncul dua korban, berarti ada tiga, mungkin masih banyak, sedang ditelusuri oleh kepolisian," ungkap Erwan.

Pihaknya pun turut mengutuk perbuatan bejat Priguna yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, Erwan juga mengingatkan pentingnya proses seleksi dan evaluasi terhadap manajemen Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Ini dilakukan agar hal serupa tidak terulang di kemudian hari.

"Saya sangat menyayangkan sekali seorang calon dokter spesialis, masih muda, usia 31 tahun melakukan hal-hal yang tidak senonoh, yang tidak patut. Ini jadi pelajaran buat kita dan RSHS untuk bisa lebih memperketat lagi," kata Erwan.

Korban Ada 3 Orang

Sampai saat ini, pihak kepolisian baru mendapatkan informasi ada tiga orang menjadi korban perbuatan Priguna.

Baca juga: 2 Pasien Ngaku Jadi Korban Dokter PPDS Unpad Priguna yang Rudapaksa Anak Pasien di RSHS Bandung

Mereka adalah FH (21) keluarga pasien yang sedang di rawat di rumah sakit itu.

Sementara, dua orang lainnya adalah pasien.

Korban yang pertama kali ditangani polisi adalah FH, barulah setelah itu dua korban lainnya ikut melaporkan kasus itu ke polisi.

Dua korban selain FH saat ini sedang dalam proses pemeriksaan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas