Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sebut Junjung Demokrasi, Prabowo Blak-blakan Pernah Dipecat saat Pimpin Pasukan Terkuat

Prabowo menceritakan kisahnya yang dipecat saat pimpin pasukan militer terkuat di Indonesia, ngaku tetap junjung demokrasi

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Sebut Junjung Demokrasi, Prabowo Blak-blakan Pernah Dipecat saat Pimpin Pasukan Terkuat
Sekretariat Presiden
PERTEMUAN PRABOWO - ERDOGAN - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan, di Istana Kepresidenan Turkiye, Kamis (10/4/2025). 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden RI Prabowo Subianto menceritakan kisah tentang dirinya yang pernah dipecat dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), dalam momen lawatan kenegaraan di Turki.

Dalam acara Antalya Diplomacy Forum (ADF) di Turki, Jumat (11/4/2025), ia menceritakan saat dirinya menjadi tentara yang harus percaya dan patuh pada sistem pemerintahan yang berjalan. 

Kala itu, ia pernah diminta Presiden untuk mundur dari militer atau dipecat.

Sebagai prajurit yang taat konstitusi, ia pun patuh dan melakukannya. 

Padahal saat itu Prabowo mengaku memimpin pasukan militer terkuat di Indonesia.

"Saya pernah menjadi tentara. Seorang jenderal. Pernah memimpin pasukan militer terkuat di Indonesia, tapi kemudian saya diminta untuk mundur."

"Secara langsung, saya dipecat, tapi saya pernah bersumpah untuk menjunjung tinggi konstitusi dan konstitusi mengatakan dengan tegas bahwa presiden memiliki kekuasaan tertinggi atas angkatan bersenjata. Jadi ketika presiden saya meminta saya untuk mundur, saya langsung berkata: Siap, Pak! Tanpa ragu," kata Prabowo.

Rekomendasi Untuk Anda

Tindakan yang ia ambil itu, kata Prabowo, menunjukkan bahwa dirinya percaya kepada sistem berbasis aturan. 

Dirinya percaya pada sistem demokrasi

Prabowo kemudian mencontohkan sikap kepercayaan terhadap sistem demokrasi

Termasuk soal prosesnya menjadi Presiden Indonesia, ia pernah mencalonkan diri pada pemilihan Presiden dan Wakil Presiden selama empat kali, tiga di antaranya kalah.

Baca juga: Momen Erdogan Dampingi Prabowo Sapa Mahasiswa Indonesia di Turki

Menurutnya, hal itu adalah bagian dari sikap demokrasinya yang menerima kekalahan.

Hingga, kini ia berada di titik puncak tertinggi menjadi seorang pemimpin negara.

"Jadi, apa yang ingin saya sampaikan adalah, saya percaya pada demokrasi," kata Prabowo.

Bagi Indonesia dan negara-negara berkembang di kawasan selatan (Global South), lanjut Prabowo, sangat menaruh harapan kepada sistem demokrasi

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas