Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
Live
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
VS
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

SBY Mengaku Hati-hati Bicara Kebijakan Kontroversial Trump di Medsos

Meskipun sempat menuliskan tujuh poin tanggapan pribadi, SBY mengaku tidak langsung mempublikasikannya ke media sosial.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in SBY Mengaku Hati-hati Bicara Kebijakan Kontroversial Trump di Medsos
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
SBY HATI-HATI - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan pidato penutup di acara Diskusi The Yudhoyono Institute (TYI) di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (13/4/2025). SBY mengaku lebih hati-hati memberikan komentar terkait pemerintahan. 
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengungkapkan sikap kehati-hatiannya dalam menyampaikan pandangan politik, terutama melalui media sosial, sebagai bentuk tanggung jawab moral sebagai mantan kepala negara.

Dalam sebuah diskusi publik The Yudhoyono Institute di Jakarta, Minggu (13/4/2025), SBY mengaku memilih menahan diri saat merespons kebijakan kontroversial Presiden AS Donald Trump yang menaikkan tarif impor terhadap 180 negara, termasuk Indonesia, hingga 32 persen.

Meskipun sempat menuliskan tujuh poin tanggapan pribadi, SBY mengaku tidak langsung mempublikasikannya ke media sosial.

"Di tengah malam saya memanggil staf saya, Kolonel Tumpal, coba saya ingin menulis sesuatu. Tidak akan saya lepas dalam bentuk tweet, karena saya tahu sebagai seorang yang pernah memimpin negeri ini, saya harus hemat bicara dan berhati-hati dalam bicara," kata SBY.

Ia menganggap kehati-hatian ini sebagai bagian dari etika seorang pemimpin, apalagi ketika menyikapi isu-isu sensitif yang dapat memengaruhi stabilitas dan persepsi publik.

"Dan itu bagi saya etika. Ditulislah tujuh butir bagaimana sebaiknya Indonesia menyikapi yang baru saja disampaikan oleh Presiden Donald Trump," ucap dia. 

Baca juga: Terjegal Tarif Trump, Uni Eropa dan China Jajaki Kerja Sama Pungutan Impor Kendaraan Listrik 

Kata SBY, tweet yang dilempar oleh dirinya saat itu hanyalah perihal dengan sikap pemerintah Indonesia terhadap kebijakan Donald Trump ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Secara garis besar, yang dicuitkan oleh SBY dalam akun Twitter pribadinya yakni mengapresiasi sikap pemerintah yang tidak emosional dan sadar kemampuan atas kebijakan Trump.

"Oleh karena itu saya melepas tweet, hanya beberapa butir tweet yang merupakan dukungan saya kepada pemerintah Indonesia A, B, C, karena saya pandang tepat," tandasnya.

SBY berharap agar para pemimpin dan tokoh bangsa terus menjaga etika dalam menyampaikan pandangan, terutama di era digital yang penuh dinamika.

Bagi SBY, menjaga persatuan dan stabilitas lebih utama daripada mengejar popularitas lewat pernyataan yang kontroversial.

Kegiatan Melukis SBY Terganggu

Presiden Ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memamerkan keterampilan melukisnya di panggung Pestapora 2024 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (22/9/2024). Sapuan kuas Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu menghasilkan lukisan pemandangan Gunung Lawu yang ada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur itu. TRIBUNNEWS/AKBAR PERMANA
Presiden Ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memamerkan keterampilan melukisnya di panggung Pestapora 2024 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (22/9/2024). Sapuan kuas Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu menghasilkan lukisan pemandangan Gunung Lawu yang ada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur itu. TRIBUNNEWS/AKBAR PERMANA (TRIBUNNEWS/AKBAR PERMANA)

Saat kabar tarif tinggi dari AS mencuat, SBY mengaku tengah berlibur momen Idul Fitri diselingi melakukan hobinya melukis di kawasan Damar Langit, Cisarua, Bogor, Jawa Barat. 

Pada momen itu, SBY mengaku berhasil melukis setidaknya 6 gambar pemandangan landscape, termasuk view Gunung Pangrango.

"Kemarin setelah sama-sama memperingati Hari Raya Idul Fitri, satu hari kemudian saya sedikit beristirahat di Cisarua. Ada satu kawasan wisata kecil yang bernama Damar Langit. Tujuan kesana tiada lain adalah untuk melukis," kata SBY.

Namun, kegiatannya saat berlibur hari itu terusik oleh kabar kenaikan tarif impor dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas