Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kemenkes Dalami Kasus Kekerasan Terhadap Dokter PPDS Unsri di Palembang

Kemenkes RI buka suara terkait dugaan kasus kekerasan yang dialami seorang dokter Pendidikan Program Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sriwijaya.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Kemenkes Dalami Kasus Kekerasan Terhadap Dokter PPDS Unsri di Palembang
TRIBUNSUMSEL.COM/ LINDA TRISNAWATI
PPDS UNSRI DIANIAYA - Gedung Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang. Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) buka suara terkait dugaan kasus kekerasan yang dialami seorang dokter PPDS Unsri Palembang. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) buka suara terkait dugaan kasus kekerasan yang dialami seorang dokter Pendidikan Program Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang.

Berdasarkan informasi korban terluka setelah alat vitalnya ditendang konsulen atau dokter konsultan.

"Iya, kasus tersebut sudah kami terima laporannya," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman kepada wartawan Senin (21/4/2025).

Namun, pihaknya masih mendalami dan memastikan laporan tersebut.

"Untuk kronologinya masih kami dalami. Karena info ini beredar dan viral, kami pastikan dulu," ucapnya dia.

Baca juga: Dokter PPDS Unsri Ditendang Testisnya hingga Pendarahan oleh Konsulen, Diduga Terjadi di Palembang

Disebut-sebut peristiwa kekerasan fisik tersebut terjadi di Rumah Sakit Umum Pusat Muhammad Hoesin Palembang.

Menyikapi hal itu, Dirut Rumah Sakit Umum Pusat Muhammad Hoesin, dr Siti Khalimah mengatakan pihaknya sedang melakukan investigasi untuk mencari kebenaran dan fakta soal isu tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami sedang investigasi, tunggu ya nanti kami kabari kalau sudah ada titik terang," kata Siti Khalimah saat dikonfirmasi, Senin (21/4/2025).

Baca juga: Dokter PPDS Unsri Diduga Jadi Korban Kekerasan Konsulen, Alat Vital Ditendang Hingga Pendarahan

Ia belum bisa memberikan keterangan terkait peristiwa dugaan kekerasan tersebut dan kondisi terkini dari korban.

"Saya belum dapat info jelas, kami sedang investigasi. Masih menunggu tim SPI melakukan investigasi, " ujarnya.

Sementara Humas Rumah Sakit Umum Pusat Muhammad Hoesin, Suhaimi, mengatakan dalam keterangan tertulisnya, terkait dengan isu kekerasan yang dikabarkan terjadi RSMH Palembang, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi dari pihak manapun terkait kejadian tersebut.

"Kami akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan petugas di lapangan untuk memastikan lingkungan kerja tetap aman dan kondusif bagi seluruh tenaga kesehatan maupun pasien dan keluarganya," katanya dalam keterangan yang diterima Tribunsumsel.com.

Ketika ditanya mengenai tempat peristiwa kekerasan itu terjadi ia juga belum bisa memastikan, sebab isu beredar kalau peristiwa itu terjadi di lingkungan RSMH.

"Besok akan kami konfirmasi dimana betul kejadiannya," sambungnya.

Pihak rumah sakit meminta maaf apabila informasi yang beredar menimbulkan ketidaknyamanan bagi beberapa pihak. Kemudian mengimbau agar tidak berspekulasi terlebih dulu dan menunggu klarifikasi resmi.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas