Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Wamendagri Bima Arya Naik Angkot ke Kantor, Sopir Angkot: Alhamdulillah Rezeki

Bima menyatakan Lucky dijatuhi sanksi berkantor di Kemendagri minimal sehari dalam seminggu selama 3 bulan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Wamendagri Bima Arya Naik Angkot ke Kantor, Sopir Angkot: Alhamdulillah Rezeki
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
NAIK ANGKOT - Wakil Menteri Dalam Negeri RI (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto saat turun dari angkot 16 rute Pasar Minggu-Kp Melayu untuk berkantor di Ditjen Bina Pemerintahan Desa, Kemendagri, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (22/4/2025). 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Momen unik terjadi saat Wakil Menteri Dalam Negeri RI (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendatangi Kantor Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri di Kawasan Kalibata, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (22/4/2025).

Politikus PAN ini tiba dengan menumpangi mobil angkot bernomor 16 warna biru muda dengan rute Pasar Minggu-Kampung Melayu.

Kunjungan Bima Arya ke kantor  Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri untuk memberikan keterangan pers terkait hasil pemeriksaan Bupati Indramayu Lucky Hakim yang berlibur ke Jepang.

Bima Arya tiba di kantor tersebut pada pukul 15.12 WIB, di bawah guyuran hujan.

Bima Arya bersama staf dan jajaran Kemendagri tiba dengan menumpangi angkot.

Ketibaan dari Bima mendapat respons dari pihak keamanan gedung yang langsung memayungi mantan Wali Kota Bogor tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat dimintai keterangannya, Bima Arya mengaku keputusannya untuk naik angkutan umum tersebut karena praktis dan efisien.

"Jadi begini, sebetulnya transportasi publik itu praktis dan efisien kalau sesuai dengan jadwal. Artinya kalau tidak tergesa-gesa, tidak terlalu padat," kata Bima Arya kepada awak media di Kantor Ditjen Bina Pemerintahan Desa, Kemendagri, Selasa (22/4/2025).

"Tadi saya ada acara di Kemenko Pangan, Kemendagri, ada acara di sini lagi. Saya hitung ternyata bisa nyambung dari Stasiun Juanda ke Pasar Minggu, dari Pasar Minggu bisa naik Transjakarta atau angkot. Jadi praktis lah," sambungnya.

Saat disinggung perihal tarif atau ongkos yang dikeluarkan oleh Bima Arya untuk menumpangi transportasi umum itu, dirinya mengaku dibanderol harga dua kali lipat dibandingkan penumpang umum lainnya.

Dia menyatakan tarif yang dibayar oleh dirinya lebih dari Rp20 ribu dari lokasi awal naik di dekat stasiun Pasar Minggu.

"Tapi kalau naik angkot  karena dia tahu yang naik wamen, masa ngasih sesuai harga. Jadi agak dilebihin dikit ke sopir," kata dia.

"Ya pokoknya dua kali lipat dari harga masing-masing. Kan saya bawa tim juga. Ada sekretaris, ada ajudan. Semua saya traktir," sambung Bima Arya.

Ditemui terpisah, sopir angkot yang membawa rombongan Bima Arya yakni Yus Filiak mengaku senang mendapat penumpang seorang Wakil Menteri.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas