Pidato di Hari Buruh, Prabowo Sebut Indonesia Kaya Raya, tapi Banyak Malingnya
Presiden Prabowo Subianto menyinggung betapa kaya rayanya Indonesia namun masih banyak maling saat memberikan pidato dalam peringatan Hari Buruh.
Penulis:
Wahyu Gilang Putranto
Editor:
Bobby Wiratama
Panggung tersebut dihias dengan dekorasi yang menyerupai suasana konser musik, menciptakan nuansa meriah yang dihadiri ribuan buruh dari berbagai daerah dan organisasi.
Dalam acara tersebut, Prabowo mengenakan kemeja safari, sementara Said Iqbal tampil dengan batik coklat.
Di meja di hadapan mereka, tampak botol air mineral merek Equil yang tertata rapi.
Selain Prabowo dan Said Iqbal, acara ini juga dihadiri oleh Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Jumhur Hidayat, dan Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea.
Perayaan Hari Buruh ini tidak hanya diwarnai dengan pidato dan orasi, tetapi juga dimeriahkan dengan hiburan musik sebagai bagian dari rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menyampaikan tuntutan buruh serta memperingati perjuangan para pekerja di Indonesia.
Suasana peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (1/5/2025) turut dimeriahkan sejumlah musisi.
Salah satunya band Tipe-X yang sukses menghibur massa buruh dan masyarakat umum. Saat Tipe-X membawakan lagu-lagu andalannya, banyak orang terlihat ikut bernyanyi dan berjoget bersama.
Alunan musik ska dari band yang sudah eksis sejak akhir 90-an ini membuat suasana semakin meriah dan cair.
Selain Tipe-X, panitia juga menghadirkan sejumlah musisi lainnya sebagai bagian dari rangkaian acara May Day tahun ini yang turut dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
(Tribunnews.com/Gilang Putranto, Mario C Sumampow)