Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tradisi Pelepasan Lampion di Hari Raya Waisak, Ini Makna dan Filosofinya

Di Indonesia, salah satu tradisi paling ikonik dalam perayaan Waisak adalah pelepasan lampion ke langit malam.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Tradisi Pelepasan Lampion di Hari Raya Waisak, Ini Makna dan Filosofinya
Tribun Video/ Aprilia Saraswati
Peserta Festival Lampion Waisak menyalakan lampion, Candi Borobudur, Kamis 923/5/2024). Di Indonesia, salah satu tradisi paling ikonik dalam perayaan Waisak adalah pelepasan lampion ke langit malam. 

Tradisi ini bukan hanya menjadi daya tarik wisata spiritual, tetapi juga merupakan bagian penting dari rangkaian peribadatan Hari Tri Suci Waisak bagi umat Buddha.

Acara ini terbuka untuk umum, dan biasanya diadakan dengan sistem donasi untuk penerbangan lampion.

Peserta yang mengikuti penerbangan lampion di Borobudur harus menggunakan pakaian serba putih.

Bagian dari Rangkaian Waisak Nasional

Pelepasan lampion di Borobudur biasanya dilakukan setelah prosesi utama Hari Raya Waisak selesai, yaitu:

  • Pengambilan Api Dharma dari Mrapen
  • Pengambilan Air Berkah dari Umbul Jumprit
  • Kirab Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur
  • Detik-detik Waisak (yang menandai bulan purnama)
  • Pradaksina, yaitu mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali searah jarum jam
  • Setelah itu, lampion-lampion dilepaskan ke langit malam sebagai penutup spiritual dan simbolis yang sangat bermakna.

(Tribunnews.com/Farrah)

Artikel Lain Terkait Festival Lampion Waisak

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas