Prabowo Melayat Eddie Nalapraya: Perpisahan Seorang Murid kepada Guru Silat Indonesia
Di hadapan jenazah sang tokoh silat yang disemayamkan di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Presiden memanjatkan doa
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Acos Abdul Qodir
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah kesibukan sebagai Presiden, Prabowo Subianto menyempatkan diri datang ke rumah duka. Ia melangkah pelan dengan pakaian safari khaki menuju peti jenazah Mayjen TNI (Purn) Eddie Marzuki Nalapraya, sosok yang tidak hanya dihormati sebagai mantan pejabat, tetapi juga sebagai guru besar pencak silat di Indonesia.
Air muka Prabowo tampak tenang, namun penuh rasa hormat.
Di hadapan jenazah sang tokoh silat yang disemayamkan di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Presiden memanjatkan doa dengan khidmat.
"Juga atas nama seluruh masyarakat pencak silat Indonesia dan dunia, dan atas nama pribadi saya ingin menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Mayjen TNI Purn Eddie Marzuki Nalapraya," ujar Prabowo dengan suara bergetar menahan duka, Selasa (13/5/2025).
Kepergian Eddie Marzuki Nalapraya, tokoh yang telah mengabdikan hidupnya untuk tanah air, menjadi duka mendalam tak hanya bagi keluarga besar pencak silat, tapi juga bagi anak-anak muda yang tumbuh menjadikan silat sebagai jalan hidup.
Presiden mengenang Eddie bukan hanya sebagai pahlawan yang ikut berjuang dalam perang kemerdekaan Indonesia, tetapi juga sebagai pembina pencak silat yang berdedikasi tinggi.
"Beliau meniti karier dari bawah sebagai seorang prajurit sampai tingkat Jenderal," tutur Prabowo.
Baca juga: Jika Dedi Mulyadi Maju Capres 2029, Bagaimana dengan Prabowo Subianto?
Menurutnya, almarhum menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, termasuk lewat pelestarian dan pengembangan seni bela diri warisan bangsa.
"Saya mengenal beliau cukup lama, mungkin dari tahun 80-an dan beliau sangat rajin, sangat besar perannya dalam membina pencak silat di Indonesia," kata Presiden.
Mendiang Eddie Marzuki Nalapraya wafat di usia 93 tahun di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta.
Meski raganya telah tiada, semangat dan warisannya dalam dunia pencak silat masih hidup dan akan terus bergaung, terutama di padepokan tempat jenazahnya kini disemayamkan—tempat yang dulunya juga menjadi ruang perjuangannya membesarkan pencak silat.
Bagi banyak pesilat muda, Eddie bukan sekadar nama. Ia adalah simbol keteguhan, kedisiplinan, dan cinta pada budaya bangsa. Dan bagi Prabowo, kedatangan ke rumah duka ini bukan sekadar formalitas kenegaraan, tapi ziarah seorang murid kepada guru yang telah berpulang.
Baca juga: Tokoh Betawi Mayjen TNI Purn Eddie Mardjoeki Nalapraya Meninggal Dunia
Sekilas Profil Eddie Marzuki Nalapraya
Mayor Jenderal TNI CPM (Purn) Eddie Marzuki Nalapraya lahir di Jakarta, 6 Juni 1931 (93 tahun).
Ia merupakan adalah seorang birokrat Indonesia, perwira militer, dan tokoh penting dalam pengembangan dan internasionalisasi pencak silat, seni bela diri tradisional Indonesia.
Pada awal karier militernya, ia pernah dikirim untuk menumpas Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia di Sumatera dan pemberontakan Permesta di Sulawesi.
Baca tanpa iklan