Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Usul Sumber Dana Pilkada sama Seperti Pemilu dari APBN, Ketua KPU: Agar Semua Daerah Seimbang

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Mochammad Afifuddin menjelaskan ihwal adanya perbedaan sumber dana pemilu dan pilkada.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Usul Sumber Dana Pilkada sama Seperti Pemilu dari APBN, Ketua KPU: Agar Semua Daerah Seimbang
Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow
DISKUSI RUU PEMILU - Sejumlah pembicara yang hadir dalam diskusi publik bertajuk Revisi Paket RUU Pemilu di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Senin (19/5/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Mochammad Afifuddin menjelaskan ihwal adanya perbedaan sumber dana pemilu dan pilkada.

Dana pemilu bersumber dari APBN, sementara dana pilkada berasal dari APBD. 

Dalam diskusi publik bertajuk Revisi Paket RUU Pemilu di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Senin (19/5/2025), Afif mengusulkan agar pendanaan Pilkada dialokasikan melalui APBN, sehingga nilainya seragam di setiap daerah. 

"Maka sebenarnya ini jadi evaluasi kita dan rekomendasi banyak pihak bagaimana kalau pilkada anggarannya di APBN sehingga satuan nilainya sama. Ini satu daerah anggarannya bisa besar sekali, daerah lain bisa kecil, ada untung ada lebihnya," jelasnya, 

Afif menambahkan, saat ini KPU di daerah harus melakukan lobi-lobi dengan kepala daerah dan DPRD untuk memastikan anggaran pilkada.

"Kita mau memilih Februari, teman-teman harus banyak melakukan lobi dengan kepala daerah, DPRD untuk kemudian membahas berapa anggaran pilkada, sementara pemilunya belum dilakukan, ya pasti terpecah," katanya.

Menurutnya, jika anggaran pilkada dialokasikan di APBN, proses penganggaran bisa lebih sederhana. Namun, ia mengakui bahwa usulan tersebut memerlukan pertimbangan dari berbagai pihak.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau anggarannya dana APBN kan itu paling tidak enggak mikir lagi, sudah pasti diselesaikan APBN," ujar Afif.

"Tentu tidak bisa perspektif KPU, ini beberapa catatan yang harus kita pikirkan," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas