Banggar DPR Beri Catatan Kritis usai Sri Mulyani Paparkan RAPBN 2026
Ketua Banngar DPR Said Abdullah menyampaikan sejumlah catatan kritis terhadap kebijakan fiskal dan postur awal RAPBN 2026.
Tayang:
Penulis:
Fersianus Waku
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
CATATAN KRITIS - Foto Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan pers terkait efisiensi anggaran di lingkungan Kementerian/Lembaga di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/2/2025). Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menyampaikan sejumlah catatan kritis terhadap kebijakan fiskal dan postur awal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.
Pemerintah perlu merevitalisasi sektor industri dengan menyiapkan ekosistem industri yang menopangnya seperti tenaga kerja, dukungan pendanaan, riset dan pengembangan teknologi, serta dukungan fiskal," ungkapnya.
Dia juga mengkritisi target pengangguran dan gini rasio dalam RAPBN 2026 yang dianggap kurang progresif.
"Pada akhir tahun 2024 tingkat pengangguran 4,76 persen, sedangkan gini ratio 0,381. Sedangkan target RAPBN 2026 tingkat pengangguran 4,44 - 4,96 persen, dan gini ratio 0,377-0,380."
"Angka ini menunjukkan tidak ada target yang baik bagi menambah lapangan kerja bagi para pengangguran dan pengurangan kesenjangan sosial," imbuh Said.
Berita Populer
Baca tanpa iklan