Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
Live
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Mengenal Golden Triangle, Jaringan Narkoba Terbesar se-ASEAN, Pasok Barang Haram hingga Australia

Tim gabungan berhasil mengungkap penyelundupan 2 ton sabu milik jaringan Golden Triangle di perairan Kepulauan Riau.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mengenal Golden Triangle, Jaringan Narkoba Terbesar se-ASEAN, Pasok Barang Haram hingga Australia
NPR.org
JARINGAN NARKOBA INTERNASIONAL - Monumen di Sop Ruak, Thailand, menunjukkan arah ke tiga negara yang merupakan daerah penghasil dan penyelundupan narkoba terkenal di sepanjang Sungai Mekong yang dikenal sebagai Segitiga Emas atau Golden Triangle. 

TRIBUNNEWS.com - Tim gabungan yang terdiri dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai, dan TNI AL, mengamankan dua ton sabu saat berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba berskala besar di perairan utara Tanjung Balai Karimum, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (22/5/2025).

Dua ton sabu itu diamankan dari sebuah kapal berbendera Indonesia bernama MT. Sea Dragon Tarawa.

"Untuk totalnya, sebanyak dua ton (sabu)," jelas Kabid Berantas BNN Provinsi Kepri, Kombes Bubung, Kamis, dikutip dari TribunBatam.id.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (26/5/2025), Kepala BNN, Komjen Marthinus Hukom, menyebut pengungkapan penyelundupan barang haram ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah.

Marthinus mengatakan, dua ton sabu yang berhasil disita itu disimpan dalam 67 kardus dan dobungkus menggunakan kemasan khas milik jaringan Golden Triangle.

"Berdasarkan data pengungkapan kasus narkotika, hasil pengungkapan kasus penyelundupan narkotika ini merupakan pengungkapan terbesar dalam sejarah pemberantasan narkotika di Indonesia," ujar Marthinus di Batam, Senin, dilansir Kompas.com.

Baca juga: Residivis Pengedar Ekstasi 1.360 Butir dan 28 Gram Sabu di Jakarta Pusat Diciduk Polisi

"Saat digeledah, ditemukan 67 kardus berisi 2.000 bungkus narkotika jenis sabu seberat kurang lebih dua ton atau yang dibungkus kemasan khas yang digunakan jaringan Golden Triangle," urainya.

Jaringan Golden Triangle

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), Golden Triangle adalah jaringan narkoba terbesar se-Asia Tenggara yang berpusat di Segitiga Emas tempat perbatasan Thailand, Myanmar, dan Laos.

Wilayah itu menjadi salah satu "koridor perdagangan narkoba terbesar di dunia".

Dari wilayah itulah barang-barang terlarang, termasuk narkoba, diperjualbelikan ke pasar-pasar yang menguntungkan di seluruh Asia Tenggara.

Perwakilan Regional Kantor PBB untuk UNODC, Jeremy Douglas, menjelaskan di wilayah Shan, Myanmar, merupakan tempat produksi heroin dan opium yang besar.

Tak hanya itu, di tempat itu juga diproduksi narkoba sintetis, seperti metamfetamin.

Saking besarnya Golden Triangle, jaringan ini menjadi pemasik narkoba untuk Asia Tenggara, Asia Timur, Australia, bahkan Selandia Baru.

Douglas menuturkan, produksi narkoba dilakukan di daerah-daerah Golden Triangle yang sangat terpencil.

Ia menyebut, ada peningkatan produksi opium di Myanmar sejak pengambilalihan pemerintahan oleh militer.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas