Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Waspada Komplikasi Placenta Previa, Ini Risiko Serius yang Bisa Terjadi pada Ibu dan Bayi

Plasenta previa adalah kondisi kehamilan di mana plasenta (ari-ari) menutupi sebagian atau seluruh leher rahim (serviks). 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Waspada Komplikasi Placenta Previa, Ini Risiko Serius yang Bisa Terjadi pada Ibu dan Bayi
canalc.com.ar
LUSTRASI IBU HAMIL - Dokter Subspesialis Fetomaternal dr. Reza Tigor Manurung, Sp.OG, Subsp.KFM mengatakan, banyak calon orangtua yang cemas dan penuh pertanyaan tentang kondisi bayi dalam kandungan. Untuk itu, dokter yang praktik di di Women’s Health Center Bethsaida Hospital ini mengatakan, diagnosis prenatal membantu mendeteksi kemungkinan kelainan atau kondisi khusus pada janin sejak dini sehingga calon orangtua bisa lebih siap, baik secara medis maupun emosional—menghadapi kehamilan dan persalinan. 

“Bayi yang lahir prematur memiliki risiko kematian neonatal lebih tinggi, jadi sebisa mungkin jangan sampai terjadi perdarahan akibat placenta previa,” ujar dokter menekankan.

Bisa Dicegah? Ini Langkah-Langkah Mengurangi Risiko Placenta Previa

Meski placenta previa tidak bisa sepenuhnya dicegah, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menurunkan risikonya. Salah satu yang utama adalah menghindari faktor-faktor risiko.

“Pertama, ibu dengan usia di atas 35 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami placenta previa. Maka kalau anak sudah cukup, misalnya dua, pertimbangkan kontrasepsi sebagai pilihan bijak,” kata dokter.

Selain itu, kebiasaan merokok, termasuk paparan asap rokok dari orang terdekat, juga menjadi faktor risiko.

“Kita tahu sendiri angka perokok di Indonesia sangat tinggi. Padahal, rokok bisa meningkatkan risiko gangguan kehamilan termasuk placenta previa. Bukan hanya perokok aktif, tapi juga pasif. Jadi, tolong para suami, ayah, atau saudara laki-laki, kurangi rokok demi kesehatan istri dan bayi,” imbau dr Fauzan.

Selain itu ia menegaskan jika dengan perencanaan keluarga yang baik, risiko placenta previa bisa ditekan. 

Rekomendasi Untuk Anda

"Karena semakin banyak kehamilan, semakin besar peluang terjadi masalah pada kehamilan berikutnya,” pungkasnya.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas