Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hidayatullah: Dakwah Harus Menjadi Pilar Menuju Indonesia Emas 

Indonesia Emas bukan sekadar proyek negara, tapi cita-cita peradaban. Dan dakwah harus menjadi bagian dari upaya kolektif itu

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Hidayatullah: Dakwah Harus Menjadi Pilar Menuju Indonesia Emas 
Ist/HO
INDONESIA EMAS - Kick Off Musyawarah Nasional (Munas) ke-VI bertajuk Semarak Munas Hidayatullah Berkhidmat. (HO/Hidayatullah) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH. Dr. Nashirul Haq, MA, menegaskan komitmen organisasinya untuk terlibat aktif dalam menyiapkan jalan menuju Indonesia Emas 2045. 

Menurutnya, visi besar negara menjadi bangsa maju tidak akan tercapai tanpa sinergi dengan dakwah Islam.

"Indonesia Emas bukan sekadar proyek negara, tapi cita-cita peradaban. Dan dakwah harus menjadi bagian dari upaya kolektif itu, bukan berdiri di luar pagar,” ujar Nashirul, dalam keterangannya, Kamis (12/6/2025).

Hal tersebut diungkapkan oleh Nashirul pada Kick Off Musyawarah Nasional (Munas) ke-VI bertajuk Semarak Munas Hidayatullah Berkhidmat dan dengan tema besar "Sinergi Anak Bangsa Menyongsong Indonesia Emas 2045". 

Simbolis pembukaan ini menjadi penanda resmi dimulainya rentetan kegiatan pemikiran, dakwah, dan pengabdian yang akan berpuncak pada penyelenggaraan Munas VI Hidayatullah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada 20–23 Oktober 2025 mendatang.

"Dakwah harus hadir dengan solusi konkret pendidikan yang kuat, ekonomi umat yang mandiri, dan karakter bangsa yang tangguh. Ini kontribusi kami untuk Indonesia 2045," jelasnya.

Ia menambahkan, Hidayatullah memaknai berkhidmat bukan sebagai jargon semata, tapi sebagai sikap aktif menghadirkan maslahat dalam kehidupan berbangsa. 

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, gerakan Islam harus melampaui ruang masjid dan masuk ke ranah sosial, ekonomi, bahkan kebijakan publik dengan tetap menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin.

"Kalau bicara tentang masa depan Indonesia, maka dakwah tidak bisa lagi hanya ceramah. Ia harus jadi daya dorong perubahan," katanya.

Melalui Munas ini, Hidayatullah bertekad menyusun roadmap dakwah yang responsif terhadap tantangan zaman dan ikut membentuk arah peradaban Indonesia masa depan yang beriman, berilmu, dan berdaya saing.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas