Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Indo Defence 2025, Momen Penting untuk Penguatan Industri Pertahanan Nasional

Pameran ini memberi akses langsung bagi pelaku industri dalam negeri untuk menjalin relasi strategis dengan mitra global

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Indo Defence 2025, Momen Penting untuk Penguatan Industri Pertahanan Nasional
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
INDO DEFENCE EXPO - Pengunjung melihat kendaraan taktis dan senjata saat Indo Defence Expo dan Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (12/6/2025). Pameran yang diikuti 1.180 peserta, 42 negara sahabat, 659 perusahaan asing dan 521 produsen dalam negeri berlangsung hingga Sabtu (14/6). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pendiri Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khaerul Fahmi membahas dampak positif pameran industri pertahanan berskala internasional, Indo Defence, yang akan digelar pada 11 sampai 14 Juni 2025. 

Menurutnya, Indo Defence bukan hanya pameran teknologi militer, tetapi juga cermin dari arah pembangunan kekuatan pertahanan nasional dan transformasi ekosistem industrinya.

Indo Defence menjadi momen strategis untuk menunjukkan kemajuan industri pertahanan dalam negeri dan memperkuat posisi sebagai mitra global yang serius dalam bidang pertahanan.

BUMN industri pertahanan seperti PT Pindad, PT PAL Indonesia, PT Dirgantara Indonesia dan PT Dahana yang bernaung di bawah holding Defend ID, dengan PT LEN Industri (Persero) selaku induk holding, perlu menunjukkan sinergi dan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan modernisasi alutsista TNI dan ekspansi pasar internasional.

Pameran ini memberi akses langsung bagi pelaku industri dalam negeri untuk menjalin relasi strategis dengan mitra global.

Baca juga: Indo Defence 2025, Memperkuat Kedaulatan Maritim RI Lewat Kolaborasi Teknologi Indonesia-Prancis

Indo Defence menjadi peluang konkret bagi industri nasional untuk bergerak dari sekadar pengguna atau perakit menjadi produsen yang menguasai teknologi.

"Keterlibatan sektor swasta, startup teknologi, dan UMKM strategis harus menjadi bagian dari arsitektur besar kemandirian pertahanan. Indo Defence harus menjadi ruang terbuka yang menginklusikan pelaku industri non-BUMN secara nyata," ujar Khaerul Fahmi, Kamis (12/6/2025).

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, penting untuk menekankan bahwa pameran semacam ini tidak boleh berhenti di tataran seremoni dan display visual.

Harus ada mekanisme evaluasi pasca-Indo Defence untuk menilai sejauh mana kerja sama yang dijajaki benar-benar terealisasi dan berdampak pada kapasitas industri nasional.

Terlebih Indo Defence merupakan karya anak bangsa yang telah berlangsung selama lebih dari 2 dekade.

Indo Defence juga memainkan peran dalam diplomasi pertahanan non-tradisional.

Kehadiran delegasi dari berbagai negara memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra yang terbuka untuk kerja sama, namun tetap berpegang pada kepentingan strategis nasional.

Selain dimensi strategis dan industri, Indo Defence memiliki nilai edukatif yang jelas perlu dioptimalkan.

Pameran ini bisa menjadi sarana bagi publik dan generasi muda untuk lebih memahami pentingnya industri pertahanan dalam menjaga kedaulatan negara.

Dengan demikian, Indo Defence 2025 tak hanya penting sebagai acara tahunan, tetapi sebagai bagian dari proses jangka panjang dan berkelanjutan dalam mewujudkan kemandirian, efisiensi, dan daya saing industri pertahanan nasional.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas