Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Fadli Zon Dikritik Gara-gara Sebut Perkosaan Massal Mei 1998 Hanya Rumor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon tengah menjadi sorotan setelah menyebut pemerkosaan massal pada Mei 1998 hanya rumor.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Fadli Zon Dikritik Gara-gara Sebut Perkosaan Massal Mei 1998 Hanya Rumor
Tribunnews.com/ Fersianus Waku
FADLI ZON - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/5/2025). Fadli Zon tengah menjadi sorotan setelah menyebut pemerkosaan massal pada Mei 1998 hanya rumor. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Kebudayaan Fadli Zon tengah menjadi sorotan setelah menyebut pemerkosaan massal pada Mei 1998 hanya rumor.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Mike Verawati merespons pernyataan Fadli Zon dengan menegaskan bahwa pemerkosaan terhadap perempuan pada tragedi kerusuhan 1998 bukanlah kejadian fiksi.

"Jadi tragedi Mei ini bukan fiksi ya, atau apalagi diabsurdkan dengan bahwa tidak ada data yang signifikan atau yang lain ya," kata Mike pada konferensi pers daring, Jumat (13/6/2025).

Ia menyebut, korban bisa mengalami luka ganda akibat dari kejadian tersebut.

Menurut Mike, luka itu tak hanya secara fisik, tetapi juga secara batin dan belum sembuh.

"Bagaimana korban ini ya. Bagaimana sebenarnya mereka mungkin akan mengalami berlipat ganda luka ya, bukan cuma luka di fisik, di batin, tetapi luka yang mungkin belum sembuh, tetapi karena momentum ini juga pastinya punya dampak," ucap Mike.

Ia mempertanyakan motif pernyataan Fadli yang menyangkal terjadinya tragedi 1998.

Rekomendasi Untuk Anda

Padahal, jelas Mike, tragedi 1998 memberikan memori kolektif yang sangat dalam bagi para korban dan publik.

"Apa sih sebenarnya yang apa ya, pernyataan Fadli Zon ini ya. Apa ini? Ini kita sedang mengarah kepada momentum apa." 

"Padahal kita tahu betul bagaimana tragedi Mei dan bagaimana ini punya dampak juga untuk bukan hanya mungkin korban menjadi terdampak langsung, tapi kita punya memori kolektif yang itu dimiliki oleh siapa saja," terangnya.

Selain itu, Mike menekankan bahwa dunia internasional juga melihat tragedi 98 ini bukan hanya sekadar tragedi biasa.

Baca juga: Koalisi Perempuan Respons Klaim Fadli Zon Soal Pemerkosaan Massal 1998: Luka Korban Berlipat Ganda

"Tetapi ini bentuk atau tonggak pelanggaran HAM yang direkognisi oleh banyak pihak termasuk dunia internasional, dan bagaimana sebenarnya proses-proses itu juga komitmen pemulihannya atau rehabilitasinya atau bagaimana sebenarnya negara ini harus berbesar hati ya mengakui itu dan meminta maaf," ujarnya.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Mike Verawati, Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid mengatakan bahwa pernyataan Fadli Zon adalah kekeliruan yang fatal.

"Seperti kita tahu Menteri Kebudayaan menyatakan bahwa perkosaan selama kerusuhan Mei 1998 adalah rumor." 

"Nah pernyataan ini mengandung kekeliruan yang fatal," ujar Usman pada konferensi pers daring, Jumat.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas