Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Senator DKI: Donor Darah Adalah Aksi Kemanusiaan Paling Sederhana tapi Paling Berdampak

Senator asal DKI Jakarta yang juga menjabat Ketua Umum Bang Japar, Fahira Idris menyebutkan, donor darah bukanlah hal baru baginya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Senator DKI: Donor Darah Adalah Aksi Kemanusiaan Paling Sederhana tapi Paling Berdampak
Handout/IST
DONOR DARAH - Sejumlah pihak penerima penghargaan dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia pada 14 Juni 2025 sekaligus menyambut HUT ke-498 Kota Jakarta. Acara digelar di Gedung MH Thamrin, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Sabtu (14/6/2028). 

Hasiolan EP/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konsistensinya dalam menyelenggarakan donor darah secara berkala di berbagai wilayah Jakarta, mengantarkan organisasi kemasyarakatan Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) meraih penghargaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum PMI Jusuf Kalla kepada Ketua Umum Bang Japar, Fahira Idris, dalam peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2025 yang juga menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-498 Kota Jakarta, bertempat di Gedung MH Thamrin, Kantor Wali Kota Jakarta Barat.

“Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh warga Jakarta yang dengan sukarela mendonorkan darahnya. Mereka adalah pahlawan sejati yang menyelamatkan nyawa sesama. Terima kasih juga untuk PMI, Pemprov DKI, serta seluruh pengurus dan relawan Bang Japar yang terus bergerak bersama,” ujar Fahira, dikutip Minggu (15/6/2026).

Senator asal DKI Jakarta ini mengungkapkan, donor darah bukanlah hal baru baginya.

Aktivitas kemanusiaan ini sudah ia lakukan sejak masa sekolah dan kuliah, dan kini menjadi salah satu program utama Bang Japar. Ia mengenang masa pandemi Covid-19 sebagai salah satu periode paling menantang, namun juga paling bermakna.

“Ketika semua orang fokus pada pandemi, kita juga menghadapi krisis lain: kelangkaan stok darah. Meski dalam keterbatasan, kami tetap bergerak, bekerja sama dengan PMI, pemkot, camat, hingga lurah. Warga Jakarta luar biasa—di tengah ketakutan, mereka tetap mau datang untuk mendonor,” kenangnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sejak saat itu, kegiatan donor darah menjadi agenda rutin Bang Japar.

Saat ini, kegiatan berlangsung bergiliran di 44 kecamatan setiap dua bulan sekali. Bahkan, Bang Japar tengah mempersiapkan ekspansi ke 267 kelurahan.

“Doakan ke depan bisa digelar juga hingga tingkat RT/RW,” ucap Fahira optimistis.

Menurutnya, donor darah adalah bentuk aksi kemanusiaan sederhana tapi berdampak besar.

“Hanya dengan meluangkan 10–15 menit, kita bisa menyelamatkan hingga tiga nyawa. Ini bukan soal status sosial, agama, atau latar belakang—ini soal kemanusiaan,” tegasnya.

Fahira juga menekankan pentingnya donor darah dalam konteks sistem kesehatan Jakarta yang menjadi rujukan nasional. “Ketersediaan darah sangat krusial di rumah sakit besar. Selain itu, untuk kesiapsiagaan bencana pun, stok darah harus selalu siap karena kebutuhan melonjak dalam situasi darurat,” lanjutnya.

Manfaat donor darah pun tidak hanya dirasakan penerima, tapi juga pendonor.

Rutin mendonor dapat membantu menjaga kesehatan jantung, melancarkan peredaran darah, dan mendeteksi dini kondisi medis tertentu.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas