Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Prabowo Tegaskan Polisi Indonesia Harus Bisa Rasakan Jeritan Hati Rakyat

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meminta polisi Indonesia tidak boleh berperilaku seperti aparat penegak hukum di negara-ngeara maju yang

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Content Writer
zoom-in Prabowo Tegaskan Polisi Indonesia Harus Bisa Rasakan Jeritan Hati Rakyat
Dok. Istimewa
POLISI HARUS MERAKYAT - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Monumen Nasional, Jakarta, Selasa (1/7/2025). Prabowo menyerukan agar seluruh anggota Polri senantiasa hadir di tengah masyarakat dan mampu merasakan penderitaan rakyat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meminta polisi Indonesia tidak boleh berperilaku seperti aparat penegak hukum di negara-ngeara maju yang sudah makmur. 

Memberikan pidato pada peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Monumen Nasional, Jakarta, Selasa (1/7/2025), Prabowo menyerukan agar seluruh anggota Polri senantiasa hadir di tengah masyarakat dan mampu merasakan penderitaan rakyat.

“Polisi Indonesia tidak boleh bersikap seperti polisi di negara-negara yang sudah maju dan kaya. Polisi Indonesia harus berada di tengah rakyat, merasakan penderitaan rakyat, mendengar jeritan hati rakyat,” tegas Prabowo di hadapan jajaran pimpinan Polri dan tamu undangan.

Pernyataan ini disampaikan Prabowo sebagai pengingat bahwa cita-cita kemerdekaan Indonesia bukan sekadar menjadi bangsa yang berdaulat, tetapi juga negara yang makmur dan adil. Ia menekankan bahwa polisi yang dicintai rakyat adalah yang mampu membela kelompok paling lemah dan tertindas.

“Bangsa dan negara kita membutuhkan kepolisian yang tangguh, unggul, bersih, dan dicintai rakyat—polisi yang berada di tengah rakyat, membela rakyat, melindungi rakyat, khususnya mereka yang paling lemah, paling tertindas, dan paling miskin,” ujar Prabowo.

Presiden juga mengapresiasi peran Polri dalam mendukung berbagai agenda strategis nasional, mulai dari program kedaulatan pangan hingga pemberian makanan bergizi gratis bagi rakyat Indonesia. Produksi jagung nasional yang mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia disebutnya sebagai salah satu bukti kontribusi nyata Polri di lapangan.

“Saya menyaksikan sendiri bagaimana Polri turun langsung ke masyarakat, mengambil inisiatif, terjun ke lapangan, bekerja bersama rakyat, dan membantu peningkatan produksi pangan nasional,” ungkap Prabowo.

Baca juga: Prabowo Sebut Polisi Tak Boleh Gagal, Indonesia Tak Mau Jadi Bangsa yang Lemah

Rekomendasi Untuk Anda

Di tengah tantangan yang dihadapi, Prabowo menekankan bahwa Polri akan selalu menjadi sasaran upaya pelemahan oleh berbagai pihak. Karena itu, keteguhan, keberanian, dan empati terhadap rakyat menjadi kunci agar kepolisian tetap kuat.

“Akan selalu ada upaya untuk merusak dan melemahkan Polri, menggoyahkan semangat pengabdian kalian. Karena itu, saya berharap Polri hari ini dan ke depan akan menjadi semakin tangguh, kuat, dan tidak mudah dihancurkan oleh siapa pun,” katanya.

Prabowo menutup pidatonya dengan pesan agar seluruh anggota Polri menjadikan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama dan menjaga kepercayaan masyarakat.

“Saudara-saudara, lanjutkan perjuangan ini, jaga terus kepercayaan rakyat, dan selalu utamakan kepentingan rakyat di atas segalanya. Jangan sekali-kali mengecewakan rakyat kita,” pungkasnya.

Baca juga: Presiden Prabowo Tampil Gagah di Kendaraan Maung dan Pimpin HUT Bhayangkara Ke-79 di Monas

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas